Kegiatan Bela Negara Akan di Masukkan dalam Kurikulum Sekolah

Editor : Lucky

MAKASSAR – Pasca larangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Masa Orientasi Siswa (MOS), Disdikbud Makassar pun langsung mengganti MOS dengan pendidikan bela negara.

Kepala Seksi Pembinan Kesiswaan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Bahrum, mengatakan bahwa rencananya akan dilakukan lanjutan kegiatan tersebut dalam konsep penanaman bela negara. Kegiatan ini bernilai edukasi serta memberikan pemahaman terhadap pentingnya disiplin dalam menjalani segala kegiatan.

“Memberikan pemahaman tentang konsep kedisiplinan, pemahaman, serta mencintai bangsa dan negaranya. Mungkin masih terasa asing karena kegiatan ini baru pertama kali di adakan di Kota Makassar,” kata Bahrum.

Bahrum melanjutkan, kegiatan tersebut sangatlah bermanfaat memberikan pemahaman kepada anak dampak dari pengaruh tidak rajin ke sekolah dan pengaruh minuman keras. Tentunya, tentara telah paham bagaimana cara mendidik kedisiplinan anak.

“Dikarenakan kegiatan ini baru pertama kali dan rencananya akan kami programkan untuk setiap semesternya,” ujar Bahrum.

Bahrum menambahkan, dengan adanya pendidikan bela negara diharapkan mampu menekan angka kriminalitas yang dilakukan pelajar seperti begal dan geng motor yang sudah meresahkan warga kota Makassar.

Sebanyak 21.000 siswa yang terdiri dari SMP dan SMA/SMK yang akan mengikuti kegiatan bela negara serentak di Kota Makassar, Minggu (24/7/2016). Pelaksanaannya disebar di 7 titik yakni: Lapangan Bataliyon Kaveleri Yonkaf 10 Serbu, Lapangan Bataliyon Artileri Medan 6, Lapangan Makofam VII/Wirabuana, Lapangan Komandann Operasi Angkatan Udara (Koops AU) II, Lapangan Pangkalan Utama Angkatan Laut VI, Lapangan Your Maharlam VI, Lapangan Zeni Bangunan dan Tempur. (*/fan)