Prof Armin Arsyad : RMS Akan Besarkan NasDem di Sulsel

Editor : Ahmad Raffasya
Online24, MAKASSAR — Terbitnya SK Plt Ketua Partai Golkar Sulsel untuk Tanri Bali dan menggantikan ketua demisioner Syahrul Yasin Limpo berdampak besar pada konstalasi politik di Sulsel, khususnya Partai Golkar Sulsel.

Banyak yang tidak menyangka, SYL sebagai figur dan vote getter Partai Golkar “disingkirkan” oleh DPP. Sebagai konvensasinya SYL didaulat menjadi dewan pembina di DPP.

Atas dasar itulah, banyak kalangan menilai bahwa Golkar Sulsel akan menurun dan hal ini bertepatan dengan hengkangnya pentolan Partai Golkar Sulsel Bupati Sidrap H Rusdi Masse ke Partai NasDem.

Partai NasDem di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H Rusdi Masse diyakini akan besar dan lebih berkibar dibanding perolehan suara partai besutan Surya Paloh pada pileg lalu.

Hal tersebut ditegaskan pengamat politik dan pemerintahan Prof Dr Armin Arsyad, Senin (25/7/2016) di Makassar.

Guru besar Unhas ini mengatakan, salah satu tanda kebesaran partai NasDem di Sulsel khususnya adalah hengkangnya sejumlah kepala daerah yang notabene “berdarah Golkar” ke partai NasDem. Sebut saja calon ketua DPW NasDem Rusdi Masse yang saat ini masih menjabat Bupati Sidrap, Walikota Palopo Judas Amir, Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali, dan lain sebagainya.

Belum lama ini, juga mantan legislator Sulsel asal Partai Golkar Ince Langke akan pindah segera ke Partai NasDem.

“Ini sebuah tanda tanda bahwa Partai NasDem akan besar di Sulsel. Hal ini diperparah lagi dengan tak berujungnya konflik Partai Golkar baik di pusat maupun di Sulsel. Sulsel Pak Syahrul Yasin Limpo digeser kan? Loh, Syahrul itu vote getter di Golkar di Sulsel. Kalau ini terus terjadi, NasDem akan menerima banyak kader Golkar. Karena pendiri NasDem itu Surya Paloh dari Golkar juga,” ujar Prof Armin.

Partai Nasdem, ujar Prof Armin Arsyad, ke depan tentu tidak akan menyia nyiakan perpindahan sejumlah kepala daerah dari parpol tertentu ke partai NasDem.

Partai Golkar, lanjutnya, harus berhati hati dengan kehadiran Partai NasDem di bawah Rusdi Masse. Yang pindah ke partai NasDem itu, menurutnya, adalah figur yang mampu membaca tanda tanda Zaman.

“Ini tanda zaman, yang pindah tentu ada reasoning nya atau alasannya kenapa mau pindah ke NasDem. Mungkin mereka melihat Golkar ke depan lagi atau ada hal lain yang membuat mereka berpindah parpol,” ujar Armin. (*/)