Gugatannya Ditolak, Walhi Akan Ajukan Banding

Editor : Ahmad Raffasya
lahan Center Point of Indonesia di kawasan Tanjung Bunga Makassar
lahan Center Point of Indonesia di kawasan Tanjung Bunga Makassar

MAKASSARGugatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait reklamasi proyek Center Point of Indonesia (CPI) akhirnya ditolak. Putusan tersebut disampaikan Hakim Teddy Roemyadi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, Kamis (28/7/2016).

“Keputusan ini berdasarkan Kemisaris hakim pengadilan persidangan Makassar pada 21 Juli 2016,” ujar Teddy Romyadi.

Selain itu, penggugat dalam hal ini Walhi juga diwajibkan membayar biaya sebesar Rp 2.693.500.  “Pihak yang tidak puas atau tidak berkenan bisa melanjutkan setelah empat belas hari setalah putusan dibacakan,” kata Teddy mengakhiri sidang.

Nurhayati, Direktur Eksekutif Walhi menyayangkan putusan Hakim tersebut.  Menurutnya, Hakim tidak melihat kasus tersebut dari perspektif lingkungan hidup.

“Hakim tidak melihat dari perspektif lingkungan hidup karna tujuan walhi menggugat perizinan ini sebagai wujud prinsip kehati-hatian dini di dalam pengelolaan lingkungan hidup dan bukan ingin melihat apakah sudah terjadi dampak langsung tetapi justru ingin mencegah terjadinya dampak lingkungan yang lebih besar untuk generasi sekrang dan yang akan datang,” ujar Nurhayati.

Oleh sebab itu, pihak Walhi akan mengajukan banding terkait putusan Hakim tersebut. “Kita catat bahwa hakim tidak sepenuhnya memberikan keputusan secara keseluruhan ada perbedaan pendapat hukum. Kami akan mengajukan banding,” ungkap Nurhayati. (*/rif)