Nelayan Lae Lae: Putusan Hakim Tidak Sesuai dengan Fakta di Lapangan

Editor : Endhy
lahan Center Point of Indonesia di kawasan Tanjung Bunga Makassar
lahan Center Point of Indonesia di kawasan Tanjung Bunga Makassar

MAKASSAR – Putusan gugatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan atas izin pelaksanaan reklamasi Center Point of Indonesia telah dibacakan oleh Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, siang tadi.

Dalam pembacaan putusan, Ketua Majelis Hakim, Teddy Romyadi berpendapat bahwa gugatan Walhi yang menyatakan bahwa reklamasi CPI akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan mencemari ekosistem laut, tidak dapat dibuktikan dalam persidangan

Atas pernyataan hakim tersebut, salah seorang nelayan Pulau Lae Lae, Umar (54) menyatakan sangat kecewa atas putusan hakim. Ia mengatakan bahwa putusan yang dibacakan hakim tadi siang, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “semua yang disampaikan hakim di persidangan tadi, semuanya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh saksi fakta, dan apa yang terjadi dilapangan”, katanya saat dihubungi via telpon, Kamis (28/7/2016)

Ia pun menilai bahwa semua yang disampaikan Ketua Majelis Hakim bersifat asumsi. “Tidak benar hakim mengatakan bahwa ikan di pesisir makassar tidak boleh dimakan. Orang di Pulau Lae-lae semua makan ikan dari pesisir makassar, dan semua baik-baik saja” ujar Dg Situju ini

Menurut pengakuannya, selama pengerjaan reklamasi di peisisr makassar, hasil tangkap nelayan semakin berkurang, dan Pulau Lae lae selalu mengalami abrasi. “tidak benar itu kalau reklamasi tidak merusak laut, karena kami sendiri yang rasakan dampaknya,” ujarnya marah. (*/amn)