Jelang Eksekusi Mati 14 Gembong Narkoba, Surat Habibie untuk Presiden Jokowi Beredar di Medsos

Editor : Fahmi
surat habibie untuk Jokowi
surat habibie untuk Jokowi

Sehelai surat ber-kop nama mantan Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, yang ditujukan ke Presiden RI saat ini, Joko Widodo, beredar di media sosial (Medsos) jelang eksekusi mati terhadap 14 orang gembong Narkoba di Lapas Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, malam ini.

Salah satu cuitan dari akun @RapplerID yang menyebut Habibie menulis surat ke Jokowi untuk moratorium eksekusi mati. Beberapa cuitan di Twitter juga menggunakan tagar #BatalkanaEksekusi, #HapusHukumanMati dan #StopDeathPenalty.

Belum dipastikan kebenaran surat yang berpesan ke Presiden Jokowi dibuat Pak Habibie. Tapi jika dilihat dari tanda tangan yang ada di surat ini memiliki kemiripan sangat akurat dengan tanda tangan Presiden Habibie yang sudah beredar sebelumnya.

Dalam surat tersebut, Jokowi disarankan Habibie untuk mengikuti 140 negara yang sudah me-moratorium hukuman mati di negaranya. Selain itu, Habibie di surat ini juga mempertanyakan dampak hukuman mati dapat mengurangi peredaran Narkoba. Menurut surat tersebut, salah satu dari 14 orang yang akan di-eksekusi, Zulfikar Ali, berdasarkan laporan kelompok advokat dan LSM yang telah mempelajari kasus WN Pakistan ini dinyatakan tidak bersalah.

Dalam rencana eksekusi mati pada 14 orang ini, salah satunya yang terkenal adalah gembong Narkoba asal Surabaya, Freddy Budiman yang dijatuhi hukuman mati karena mengimpor 1,4 juta butir ekstasi dari Tiongkok. Selain Freddy, juga terdapat seorang wanita bernama Merry Utami, yang tertangkap membawa 1,1 kg heroin di bandara Soekarno Hatta, pada 31 Oktober 2001 lalu.