Miris, Pelajar SMP Disuruh Ayahnya Jual Narkoba

Editor : Lucky

ONLINE24, MAKASSAR – Aparat Ditresnarkoba Polda Sulselbar menangkap seorang remaja bernama ZK (13) di Jalan Kandea, Selasa (2/8/2016), karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Saat ditangkap, ZK mengaku menjual sabu atas perintah sang ayah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha, mengatakan, polisi menemukan sabu-sabu sebanyak 17 sachet serta handphone Samsung lipat di dalam tas hitam milik ZK. Polisi juga menemukan uang hasil penjualan sabu sebanyak Rp 760 ribu.

“Kami tangkap dia saat menjual. Kita kaget juga karena ternyata masih SMP. Saat ditangkap, dia mengaku disuruh ayahnya untuk menjual narkoba,” kata Eka.

Saat polisi mengembangkan kasus ini, termasuk menemui ayah ZK, namun kabur duluan sebelum petugas tiba di rumahnya.

ZK dinyatakan sebagai korban untuk kasus eksploitasi anak ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Sebab ia disuruh ayah kandungnya menjual narkoba jenis sabu setiap hari.
“Akan segera kita koordinasikan ke Ditkrimum. Ini kasus eksploitasi anak,” kata Eka.

Kepada polisi, ZK mengaku membantu ayahnya menjual narkoba sejak lama. Ayahnya memberinya upah remaja SMP tersebut senilai Rp 50 ribu per hari. “Dia dibayar Rp 50 ribu per hari kalau sudah laku terjual,” urai Eka.

Menyikapi kejadian ini, humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Burung Mangera, mengatakan bahwa orang tua harus waspada dikarenakan anak-anak dibawah umur dijadikan sebagai penjual narkoba.

“Bukan melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Polisi tidak berfikiran seperti itu, tetapi polisi berpikiran jika anak-anak dan orang tua harus waspada dengan adanya kejadian ini,” kata Frans.(rif)