OJK: Waspada Janji Pelunasan Kredit dari Pihak Tidak Bertanggung Jawab

Editor : Lucky

Online24, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah 6 Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap lembaga atau institusi yang menawarkan pelunasan kredit dan ajakan tidak membayar hutang ke bank, perusahaan pembiayaan, maupun lembaga jasa keuangan lainya.

Himbauan ini dikeluarkan OJK Sumapua menyusul adanya penawaran dan ajakan mengatasnamakan PT Swissindo World Trust International Orbit yang muncul di Makassar beberapa hari belakangan ini. Perusahaan ini juga muncul di Cirebon. Ada juga Koperasi Pandawa Mandiri Grup di Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Kepala Regional 6 OJK Sulampua, Bambang Kiswono, dalam konferensi pers bertajuk “Waspadai Janji Pelunasan Kredit oleh Pihak Tidak Bertanggung Jawab” di kantor OJK, Jalan Sultan Hasanuddin No 3-5, Rabu (10/8/2016) sore.

Bambang didampingi Kadiv Humas Polda Sulsel Kombespol Frans Barung Mangera serta sejumlah pimpinan bank di Makassar. Seperti Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ilhanuddin Wahab; Regional Section Head (RSH) PT Bank Danamon Area Sulampua, Thamrin Tambunan; perwakilan Kantor Wilayah Bank BCA, Ayundika; Pemimpin Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia Kanwil Makassar, Ngatari; Head of Consumer Ritel Kanwil BNI Makassar, Rizwan Nazaruddin; dan Regional Risk Head Bank Mandiri Region Sulawesi Maluku, Yandril.

“Hal ini tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiyayan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiyayaan. Praktek tersebut tidak dibenarkan karena dapat merugikan industri jasa keuangan dan masyarakat,” ujar Bambang.

Oleh karena itu, Bambang mengajak para debitur dan pelaku usaha untuk waspada dan berhati-hati terhadap penawaran dan ajakan dari pihak manapun terkait hal tersebut. Bambang juga menghimbau bagi para debitur yang masih memiliki kewajiban kredit kepada jasa industri keuangan untuk tetap menyelesaikan kewjibanya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Modus penawaran perlunasan kredit dilakukan dengan menawarkan janji perlunasan kredit/pembebasan hutang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank, perusahaan pembiayaan, maupun lembaga jasa keuangan. Modus tersebut menerbitkan surat jaminan/pernyataan pembebasan hutangh yang dikeluarkan dan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga international dari negara lain.

Modus lainya adalah debitur dihasut untuk tidak membayar hutang kepada kreditur, mereka meminta korban membayar sejumlah uang untuk masuk anggota kelompok/badan hukum lainya.

“Bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh PT Swissindo World Trust International Orbit maupun Koperasi Pandawa Mandiri Grup di Yogyakarta untuk melaporkan kepada pihak berwajib,” jelas Bambang.

“Kami menyediakan Layanan Konsumen. Jadi masyarakat bisa berkonsultasi terlebih dahulu terkait penawaran keuangan yang dianggap mencurigakan. Masyarakat bisa menghubungi nomor layanan konsumen di 15006555 atau email ke [email protected],” imbuh Bambang.

(MNU)