Alumni SMKN 2 Makassar: Pemukulan Guru di Sulsel Harus Segera Diakhiri

Editor : Lucky
Dialog terbuka tentang pemukulan guru SMKN 2 Makassar di  Cafe CCR, Makassar, Kamis (11/8/2016) (foto: Zhoelfikar)
Dialog terbuka tentang pemukulan guru SMKN 2 Makassar di Cafe CCR, Makassar, Kamis (11/8/2016) (foto: Zhoelfikar)

Online24, Makassar – Seorang alumni SMKN 2 Makassar, Mahyudin, menyatakan perihatin terhadap kasus pemukulan yang menimpa salah satu guru SMKN 2 Makassar, Dasrul, Rabu (10/8/2016) kemarin.

Keprihatinan tersebut ia sampaikan dalam dialog terbuka dengan tema “Perspektif Hukum dan Budaya dalam Kasus Pemukulan Guru” yang diadakan di Cafe CCR, Makassar, Kamis (11/8/2016).

“Saya sebagai alumni SMKN 2 Makassar merasa kecewa dan sangan prihatin terhadap kejadian pemukulan itu. Ini jelas mencoreng martabat seorang guru,” ujar Mahyudin.

Ia juga mengkritik kinerja kepolisian yang dinilai lambat dan tidak memiliki solusi terhadap persoalan yang selalu menimpa guru-guru di Sulsel. “Kejadian seperti ini sering sekali menimpa rekan-rekan guru, sementara kepolisian tidak mampu mencegahnya,” tambahnya.

“Saya sering mendapatkan orang tua murid selalu memarahi guru, bahkan membentak guru. Maka saya berharap kejadian pemukulan guru tidak terulang lagi dan harus dihentikan di Sulawesi Selatan,” katanya penuh emosi.

(MIN)