Kadis Pendidikan: AL Tidak Dikeluarkan dari Sekolahnya, Cuma Dikembalikan ke Ortu

Editor : Lucky
Ismunandar (foto: Ubay)
Ismunandar (foto: Ubay)

Online24, Makassar – Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar, menyampaikan bahwa AL, siswa SMKN 2 Makassar yang terlibat pemukulan gurunya, tidak dikeluarkan dari sekolahnya. Menurutnya, AL (15 tahun) hanya dikembalikan ke orang tuanya.

“Kalau dikeluarkan itu pakai surat dan tidak bisa kembali (lagi ke sekolah),” kata Ismunandar saat ditemui di Balaikota Makassar, Jumat (12/8/2016). “Jadi AL dikembalikan ke orang tua untuk dibina.”

Ismunandar menjabarkan bahwa langkah ini dilakukan atas pertimbangan psikologisnya AL. Karena kalau saat ini masih sekolah di SMKN 2 Makassar, takutnya dia di-bulyy teman-temannya.

Menyikapi surat edaran PGRI, Ismunandar mengatakan bahwa visi dari Dinas Pendidikan adalah memberikan pendidikan kepada seluruh bangsa Indonesia. “Orang yang sedang menjalani hukamn saja, kita wajib memberikan pendidikan setelah mereka selesai menjalani hukuman,” ujar Ismunandar.

“Jadi AL boleh kembali sekolah sebelumnya (SMKN 2 Makassar) atau mendaftar ke sekolah lain. Tapi, tergantung sekolahnya, mekanismenya bagaimana,” ucap Ismunandar.

“Yang jelas, dia masih punya kesempatan untuk mendapat pendidikan bahkan ketika dia menjalani proses hukum,” tutupnya.

Sebelumnya, AL bersama ayahnya, Adnan Ahmad, dinyatakan tersangka atas kasus pemukulan gurunya di SMKN 2 Makassar, Dasrul, Rabu (10/8/2016). AL melaporkan ke bapaknya setelah ditampar Dasrul karena melontarkan kata-kata kotor saat dihukum. Adnan lalu datang ke sekolah AL dan menganiaya Dasrul. Beberapa saksi melihat jika Al juga ikut memukul gurunya itu.

(MNU)