Stok Darah PMI Makasar Tidak Stabil

Editor : Lucky
Syamsu Rizal atau Deng Ical menyaksikan aksi donor darah yang dilakukan di Pelabuhan Makassar (fot0: Ubay)
Syamsu Rizal atau Deng Ical menyaksikan aksi donor darah yang dilakukan di Pelabuhan Makassar (fot0: Ubay)

Online24, Makassar – PMI cabang Makasar mengaku kesulitan mendapatkan stok darah pasca Lebaran. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar, Syamsu Riza, mengatakan bahwa kebutuhan darah rata-rata perhari PMI Makassar sekitar 80-120 kantong.

PMI Makassar tidak hanya mendistribusi kebutuhan darah di Makassar tapi juga di kota lainya seperti Maros, Gowa, dan Bulukumba.

“Bahkan terkadang kita melayani permintaan dari Surabaya, Sulawesi Barat, Papua, dan Ambon. Tergantung kondisi,” ujar Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal, saat ditemui usai acara donor darah di pelataran parkir Terminal Peti Kemas (TPM) Pelabuhan Makassar, Sabtu (13/8/2016).

Untuk sekarang ini, jumlah Korps Sukarelawan yang aktif dan sadar donor darah sebanyak 22.000 orang. Deng Ical mengatakan bahwa idealnya jumlah yang dibutuhkan sebanyak 35.000 orang.

Untuk itu, PMI selalu mengupayakan sosialisasi ke sekolah-sekolah. “Tapi tidak bisa masif karena dana kita terbatas dan itu kita optimalkan untuk pengolahan darah,” ujar Wakil Walikota Makassar itu.

Deng Ical mengatakan, pemerintah Kota Makasar memberikan biaya penggati pengolahan darah sebesar Rp 325.000. “Jadi kita harus mensubsidi 60.000,” imbuh Deng Ical.

Tahun ini, Pemerintah Kota Makasar mensubsidi sekitar Rp 2 milyar.

(MNU)