Deng Ical: Bisa Saja AL Tidak Dihukum, Tergantung Hakim

Editor : Lucky
Syamsu Rizal atau Deng Ical menyaksikan aksi donor darah yang dilakukan di Pelabuhan Makassar (fot0: Ubay)
Syamsu Rizal atau Deng Ical menyaksikan aksi donor darah yang dilakukan di Pelabuhan Makassar (fot0: Ubay)

Online24jam, Makassar – Kasus pemukulan guru SMKN 2 Makassar, Dasrul, oleh orang tua murid berakhir dengan proses hukum. AL bersama ayahnya Adnan Ahmad ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti mengeroyok Dasrul, Rabu (10/8/2016).

Bahkan, pendidikan AL terancam berantakan. Pasca pengeroyokan itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel mengeluarkan surat edaran yang menghimbau seluruh sekolah di Makassar untuk tidak menerima AL.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Makassar telah mengutus Kepala Badan Perlindungan Anak (BPA) Makassar, Tenri A Palallo, untuk memastikan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (BPPPA) menjamin hak dasar anak tidak terabaikan.

Hal ini ditegaskan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal, saat ditemui usai acara donor darah di pelataran parkir Terminal Peti Kemas (TPM) Pelabuhan Makassar, Sabtu (13/8/2016).
“Dalam undang-undang perlindungan anak, kalaupun dia kena pasal pidana, treatment-nya berbeda. Menurut amanah dari undang-undang perlindungan anak, AL ini bisa mendapat restorasi justice,” ujar Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal.

“Kalau restorasi justice itu berarti tidak mesti lewat peradilan umum, bisa jadi tidak ada hukuman. Itu terserah hakim,” jelas alumni Fisip Unhas ini.

“Ini bukan berarti mengabaikan apa yang dia lakukan bersama orang tuanya terhadap guru. Tetapi dia juga dilindungi oleh peraturan yang lain, ucapnya. “Kita tetap minta tidak boleh ada perlakuan berbeda, karena dia tetap punya hak bersekolah.”

(MNU)