Polri Ungkap Kasus Perdagangan Orang Jaringan Internasional

Editor : Endhy

Online24, Jakarta – Mabes Polri membongkar adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking) yang memiliki jaringan di beberapa kota besar di Indonesia dan juga Malaysia serta Singapura. Pengungkapan tersebut disampaikan oleh Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, dalam Konfrensi Pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2016)

Dari pengungkapan tersebut, 16 orang tersangka telah berhasil ditangkap di 5 lokasi berbeda. 14 orang diantaranya sudah ditahan oleh petugas, dan 2 orang lainnya sedang dilakukan penyidikan.

Selain itu, dari 5 lokasi penangkapan tersebut, petugas berhasil menyelamatkan 17 orang korban yang terdiri dari 3 orang korban di Medan, 9 orang korban di Riau, 1 orang korban di Jatim dan 4 orang korban di Jateng.

“1 orang korban yang berhasil diselamatkan di Jawa Timur diduga mengalami gangguan kejiwaan stress tinggi akibat disekap, sehingga belum bisa dimintai keterangan mengenai keterlibatan tersangka. Korban tersebut kini sedang dirawat di RS. Bhayangkara Polda Jatim,” ungkap Jenderal bintang empat ini.

Tito menambahkan, Pengungkapan kasus dugaan perdagangan orang ini, bermula saat tersangka BN merekrut salah seorang korban yang bernama YS dan telah diberangkatkan ke Malaysia pada 2 September 2015 lalu.

“Pada tanggal 9 Juli 2016, YS ditemukan gantung diri di Malaysia dan pada tanggal 13 Juli 2016 telah dilakukan outopsi oleh PDRM lalu dikembalikan ke pada keluarga di NTT” tambah Tito.

Warga curiga adanya dugaan penjualan organ tubuh karena melihat bentuk sayatan di tubuh korban. kemudian tanggal 11 Agustus 2016 dilakukan bongkar kubur dan otopsi ulang dengan hasil tidak ada organ tubuh yang hilang. (Aln)