Penyidik: Kemungkinan Tersangka Kasus Kematian Resky Bertambah

Editor : Lucky

Online24, Makassar – Penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel melakukan rekonstruksi pelaksanaan pelatihan tanggap bencana Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) di di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kamis (18/8/2016). Rekonstruksi ini untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Resky Evienia Syamsul (22).

Kanit II Subdit IV Ditreskrimum, Kompol Akbar, menyebutkan bahwa penyidik memboyong ketiga panitia yang sudah ditetapkan tersangka sebelumnya yakni
HJ (21), SF (19), dan WR (21) ke lokasi pengkaderan. Ia menyebutkan, rekonstruksi dilakukan di salah satu sungai yang menjadi tempat perendaman peserta, termasuk almarhumah Resky.

Dalam rekonstruksi itu, Akbar menyebutkan dilakukan 59 adegan sejak awal pelaksanaan pelatihan hingga pos tiga, dimana korban sudah mendapat perawatan medis.

“Sebanyak 59 adegan yang menjelaskan adanya peristiwa perendaman. Pada saat adegan, saat tahap awal mereka di sungai,” jelas Akbar saat ditemui di kantornya, Kamis (18/8/2016).

Setelah melakukan rekonstruksi, penyidik tinggal merampungkan berkas perkara terhadap tiga tersangka. Akbar menjelaskan jika pihaknya mengupayakan berkas sudah rampung dalam waktu dekat dan pelimpahan tahan pertama akhir bulan ini.

Selama penyelidikan, lanjut Akbar sebanyak 61 saksi sudah diperiksa terkait kasus itu. Dengan rincian tiga dari pihak keluarga, 11 peserta, 31 panitia, tiga senior TBM, seorang pejabat FK, dokter, dan saksi ahli.

Selanjutnya, Akbar menyebutkan, terkait kasus itu, penyidik merasa cukup dengan hanya menetapkan tiga tersangka. Selain itu, ketiga mahasiswa FK itu tidak dilakukan penahanan lantaran dinilai kooperatif, faktor status mereka yang masih mahasiswa dan terlebih jaminan yang diberikan pihak kampus.

Namun, Akbar tidak menampik kemungkinan adanya penambahan tersangka. “Nanti kita lihat petunjuk jaksa, apakah ada tambahan atau tidak. Yang jelas untuk pemberkasan yang segera dirampungkan, hanya tiga orang,” lanjutnya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat ditemui di ruangannya, pun mengatakan bahwa kemungkinan tersangka akan bertambah

“Dari penyidikan hingga saat ini, tidak menutup kemungkinan besar akan bertambah”, ujarnya pada Kamis (18/8/2016).

(REN)