Kapolri: Perekrut TKI di Indonesia Dikendalikan di Singapura dan Malaysia

Editor : Endhy

Online24, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengungkap adanya keterlibatan jaringan internasional tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking) dalam perekrutan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Indonesia.

“Hasil penyelidikan diperoleh bahwa jaringan perekrut TKI di Indonesia khususnya di wilayah NTT didalangi oleh tersangka MD yang bekerjasama dengan tersangka EL, yang merupakan pengendali jaringan di Singapura dan Malaysia,” ungkap Tito Karnavian saat menggelar Konfrensi Pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2016).

Sebelumnya Tito telah menjesalkan bahwa Polri telah menangkap 16 orang tersangka di 5 lokasi berbeda. 14 orang diantaranya sudah ditahan oleh petugas, dan 2 orang lainnya sedang dilakukan penyidikan.

Ia menjelaskan, jaringan perdagangan orang di Indonesia tersebar di berbagai daerah, dan mereka terhubung dengan jaringan di Singapura dan Malaysia

“Jaringan NTT adalah tersangka EL dibantu TP, NV, MR, NL dan BN. Sementara jaringan jatim adalah Y dan S, jaringan jateng MD, jaringan Riau GM dan MT. Dan jaringan Medan KA, R dan KH,” ucapnya.

Ia pun menegaskan bahwa para tersangka yang telah ditangkap, akan diproses sesuai hukum, dan akan diberi hukuman berlapis.

“Ke-16 orang tersangka ini akan dijerat dengan UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking) dan Pasal 102 ayat 1 huruf A UU RI No. 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri dengan ancaman hukuman Pidana minimal 3 Tahun dan maksimal 15 Tahun,” tegas Jenderal bintang empat ini. (Aln)