Tinggalkan Rumah Sakit, Ini Pernyataan Guru Dasrul

Editor : Lucky
Guru Dasrul, didampingi kuasa hukumnya Azis Pangerang beberapa waktu lalu di RS Bhayangkara. (foto:ars)
Guru Dasrul, didampingi kuasa hukumnya Azis Pangerang beberapa waktu lalu di RS Bhayangkara. (foto:ars)

Online24, Makassar- Setelah dirawat selama seminggu, akhirnya Dasrul, guru SMKN 2 Makassar yang dipukul orang tua siswanya, meninggalkan RS Bhayangkara, Kamis (18/8/2016) malam. Ia didampingi istri dan kuasa hukumnya keluar dari rumah sakit Bhayangkara untuk kembali ke rumah.

Guru Dasrul terpaksa harus menjalani perawatan serta operasi di rumah sakit akibat pemukulan yang dilakukan orangtua siswa, Ahmad Adnan, bersama anaknya, Muhammad Alif Syahdan, Rabu (10/8/2016) lalu.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, guru Dasrul mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian atas kasus yang menimpanya. Ini adalah pertama kalinya Dasrul buka suara sejak kasus ini terjadi.

Berikut pernyataan lengkap Guru Dasrul sebelum meninggalkan ruang Merak 2 rumah sakit Bhayangkara, Jalan Mappaoddang, Makassar, Kamis (18/8/2016):

“Terima kasih kepada Kapolda Sulsel, Irjend Pol Anton Charlyan bersama segenap jajarannya atas perhatian dan kunjungannya, Kepala rumah sakit Bhayangkara bersama para medis yg menangani, terkhusus dari dokter spesialis bedah. Luar biasa hasil operasinya.

Kami ucapkan terima kasih terkhusus kepads dr Foni, spesialis bedah, atas hasil operasinya luar biasa. Kami ucapkan terima kasih kepala BPJS Sulsel terima kasih Askesnya, keluarga besar PGRI seluruh Indonesia, teman-teman media yang tak kalah luar biasa perhatiannya kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Terakhir anggota DPR RI Komisi 3, Akbar Faizal.

Semoga kasus ini bisa menjadi titik awal lahirnya undang-undang perlindungan guru. Penutup, selamat berjuang para guru guru Indonesia, krisis karakter dan krisis moral para penerus bangsa menjadi tantangan besar guru di masa yang akan datang. Cintai dan sayangi guru karena guru adalah pengganti orang tua di sekolah.”

Dasrul tidak menanggapi soal permintaan damai dari Adnan. Saat ini, Adnan mendekam di tahanan Mapolrestabes Makassar.

“Yang pasti kita akan melanjutkan kasus ini,” terang kuasa hukum Dasrul, Aziz Pangeran, kepada Online24.

(ARS)