Aksi di Depan Perusahaan Distributor Gudang Garam Sempat Ricuh

Editor : Lucky
Sejuimlah mobil PT Surya Madistrindo tertahan karena aksi demonstrasi di depan pintu masuk. (foto: Adam Said)
Sejuimlah mobil PT Surya Madistrindo tertahan karena aksi demonstrasi di depan pintu masuk. (foto: Adam Said)

Online 24, Makassar – Aksi solidaritas yang dilakukan 50 massa sempat terjadi konflik. Pasalnya, aparat kepolisian mencoba menghalau massa dan diduga melakukan pemukulan.

Massa ini merupakan gabungan dari sejumlah organisasi mahasiswa dan buruh seperti Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI), Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Gerakan Revolusi Demokratik (GRD), dan Konfenderasi Serikat Nusantara (KSN). Mereka melakukan aksi dengan menginap di pintu masuk perusahaan sebagai bentuk toleransi atas perbuatan PT Surya Madistrindo Makassar yang melakukan pemecatan atau PHK secara sepihak.

Selain itu, perusahana juga tidak memberikan hak-hak karyawan padahal mereka sudah mengabdi selama enam tahun. Hal tersebut seperti seperti pesangon, upah lembur, dan upah penghargaan kerja yang tidak diberikan oleh pihak perusahaan.

Mereka sudah sepekan menginap di pintu masuk perusahaan yang berada di Jalan Ir Sutami tersebut. Senin (22/8/2016), aksi mereka masih berlanjut bahkan sudah terjadi gesekan dengan aparat kepolisian.

Pemukulan kepada empat mahasiswa yang dilakukan aparat kepolisian menuai kecaman hingga terjadi aksi dorong yang dilakukan pengunjuk rasa dengan aparat. Seorang korban yang bernama Bimbing, aktivis GAM, mengaku dianiaya polisi. Akibatnya, Bimbing mengalami luka cakar di wajah dan leher serta bajunya sobek. Beruntung, situasi ricuh itu segera diselesaikan dalam waktu singkat. Massa mengaku masih akan menduduki perusahana itu sampai tuntutan rekanya terpenuhi.

“Aksi ini akan terus berlanjut hingga tuntutan ke enam karyawan yang PHK dipenuhi,” tegas Wakil Jenderal Lapangan, Andi Etus Mattumi.

Manager Pemasaran PT Surya Madistrindo, Hendra, mengatakan bahwa pihaknya akan memenuhi segala tuntutan yang diminta keenam buruh tersebut. “Kami pasti akan penuhi, lagi dalam proses. Sebaiknya aksi ini dihentikan, jangan sampai mempengaruhi kerja karyawan yang lain,” ucapnya.

(FAT)