80 Persen Tiket ‘Uang Panai’ se-Indonesia Sold Out di Hari Pertama Penayangan

Editor : Lucky
Wachyudi Muchsin/foto: Vivi
Wachyudi Muchsin/foto: Vivi

Online24, Makassar – Film “Uang Panai” rupanya menjadi magnet baru bagi perfilman Indonesia. Film garapan asli putra Sulsel ini laris manis di hari pertama penanyangannya, Kamis (26/8/2016).

Film ini diputar melalui jaringan XXI maupun Cinema 21 yang tersebar di 21 kota se-Indonesia. Di Makassar, ada empat bioskop yang menayangkan film garapan Halim Gani Safia dan Asril Sani tersebut yaitu di XXI MTos, XXI MaRI, XXI TSM, dan Panakukang 21.

Di M’Tos, film ini diputar sebanyak lima kali sehari, di XXI TSM diputar 3 kali, dan Panakukang 21 dan XXI MaRI diputar sebanyak dua kali.

Menariknya, semua tiket untuk hari pertama ini sudah sold out di semua bioskop di Makassar. Hal ini karena sebagian besar masyarakat memesan tiket sehak dua hari lalu. Ada yang membeli ramai-ramai dengan teman kantor maupun keluarga besarnya.

Tidak saja di Makassar, antusias penonton di luar Makassar pun cukup antusias. Apalagi, masyarakat Sulsel yang berada di perantauan.

Film yang mengangkat tema adat dan budaya yang dikemas secara komedi ini mendapat antusias yang cukup tinggi masyarakat Indonesia. “Sekitar 80 persen tiket sold out di 21 kota seluruh Indonesia untuk hari ini,” ucap Hal Executive Produser, Wachyudi Muchsin.

Yudi, sapaan Wachyudi, menambahkan bahwa tingginya animo masyarakat ini membuat pihak XXI akan menambah 10 theater di seluruh Indonesia. “Karena kami mendengar banyak masyarakat yang kehabisan tiket,” katanya.

Premier film “Uang Panai” dilakukan di XXI Trans Studio Mal (TSM), Kamis (25/8/2016) siang. Semua pemain, sutradara, dan kru film tersebut hadir menemani masyarakt nonton bareng di Studio 3, termasuk aktris ibu kota Jane Shalimar.

Film “Uang Panai” bercerita tentang uang mahar sebelum menikah dari suku Bugis Makassar. Di film ini digambarkan bagaimana perjuangan laki-laki saat ingin meminang gadis Bugis Makassar yang diisyaratkan untuk menyanggupi sejumlah Uang Panai.

Film ini juga diharapkan mampu membuka mata masyarakat Indonesia bahwa industri film kreatif tidak hanya beputar sekitar wilayah ibu kota dan sekitarnya, tetapi Makassar juga mampu membuktikan bahwa film lokal adalah film Indonesia.

Pemeran dalam film ini 98 persen adalah warga lokal Makassar. Pemerannya antara lain Ikram Noer, Nur Fadillah, serta dua komedi Makassar Tumming dan Abu. Film ini juga menampilkan selebris nasional Katon Bagaskara dan Jane Shalimar.

(VI)