Kembali Konsumsi Narkoba, Pedangdut Imam S Arifin Ditangkap Polisi

Editor : Lucky

Imam S Arifin (baju hijau)
Imam S Arifin (baju hijau)

Online24, Makassar – Dunia hiburan kembali dikejutkan dengan penangkapan pedangdut senior, Imam S Arifin, Sabtu (27/8/2016). Pedangdut kelahiran Jawa Timur 1960 ini diamankan petugas Polres Jakarta Barat sekitar pukul 15.00 WIB di Lantai 17 Tower Selatan Apartemen Crysan, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, membenarkan penangkapan itu. “Iya benar ditangkap,” ujar Awi kepada wartawan, Minggu (28/8/2016).

Awi menyebutkan, pelantun “Jandaku” ditangkap dengan beberapa barang bukti berupa satu bong dari botol dot bayi, sedotan, dan cangklong atau alat isap sabu. Polisi juga menemukan satu plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu dengan berat 0,36 gram dan satu timbangan digital kecil. Sayangnya, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan lengkap perihal penangkapan tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Roycke Langie, menambahkan bahwa saat ditangkap, Imam tengah menggunakan barang haram tersebut dan positif saat hasil tes urine keluar.

“Lagi pakai, karena kami melakukan tes urine, jadi yang bersangkutan sedang memakai. Yang menarik, karena sudah terjadi berulang. Yang pertama di wilayah Medan tahun 2008 dan kedua di wilayah Jakarta Pusat tahun 2010. Ketiga, ya kemarin, ini sangat menarik,” kata Roycke.

Saat ditangkap, pelantun Menari Diatas Luka itu tengah sendiri di dalam apartemen sewaannya. Diduga, dia mendapatkan barang bukti dari seseorang yang kini tengah dalam proses penyelidikan.

Ini bukan pertama kalinya pemilik singel ‘Menari Diatas Luka’ ini berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Pada tahun 2008, ia terlibat kasus penggunaan narkoba di Medan Sumatera Utara dan divonis kurungan 14 bulan penjara. Selain itu, Maret di tahun 2010, ia harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian lagi-lagi karena narkoba dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 800 juta subsider 3 bulan penjara.

Ternyata, putri pedangdut senior tersebut juga pernah ditangkap saat membeli ganja seberat 0,24 gram di Kampung Ambon, Jakarta Barat, empat tahun lalu.

Imam terancam pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. “Tersangka dikenai hukuman sesuai dengan UU No 35 tahun 2009 pasal 114 / 112 ayat 1,” kata Roycke. (*)