Usut Kasus Korupsi Dana Aspirasi Jeneponto Rp 23 M, Kejati Sulselbar Periksa 2 Pegawai Bank Sulselbar

Editor : Fahmi

 Online24, Makassar- Tim Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) memeriksa 2 pegawai Bank Sulsel, yakni Arfah dan Nuraeni,  terkait dugaan korupsi dana aspirasi anggota DPRD Kab. Jeneponto tahun 2012 sebesar Rp 23 Miliar, Senin (29/8/2016).

Sebelumnya, Kejati Sulselbar telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Jeneponto.

“Kedua pegawai Bank Sulsel diperiksa terkait pencairan dana aspirasi tersebut,” ujar Kasipenkum Kejati Sulselbar Salahuddin pada Online24.

Kasus korupsi berjamaah ini diduga melibatkan sebanyak 35 anggota DPRD Jeneponto periode 2009-2014 lalu. Diketahui, tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sulselbar menemukan beberapa proyek dari dana aspirasi Jeneponto yang ternyata fiktif. Pencairan dana dan proyek dikerjakan pada 2012.

Dalam laporan pertanggungjawaban ditemukan adanya ketidaksesuaian fisik proyek dengan kondisi di lapangan. Laporan dibuat seolah-olah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak. Beberapa proyek juga diduga tak sesuai spesifikasi yang tertuang dalam kontrak.