Rektor Belum Memberi Sanksi Terhadap Satpam UIN Alauddin Samata

Editor : Lucky

Online24, Makassar – Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin belum memberikan sanksi kepada petugas satuan pengamanan (satpam) yang telah melakukan kekerasan dan pelarangan merekam gambar terhadap dua wartawan TV Makassar. Pihak kampus mengakui jika tindakan petugas keamanan tersebut keliru, namun pihaknya belum mengetahui siapa nama satpam yang menjadi pelaku kekerasan tersebut.

Humas UIN Alauddin, Haryanto, mengatakan bahwa Rektor UIN Alauddin, Prof Musafir Pababbari, mendiskusikan peristiwa ini bersama seluruh petugas satpam, dan Polsek Gowa. “Dari pertemuan itu,
Pak Rektor belum mengetahui nama satpam yang melakukan kekerasan (kepada wartawan) tersebut,” ucap Anto, sapaan Haryanto.

“Rektor juga telah memanggil semua satpam kampus pagi tadi. Rektor meminta kejelasan atas tindakan yang telah mencoreng nama baik kampus ini,” tambahnya.

Anto menambahkan bahwa pihak satpam kampus merasa merasa tidak pernah melakukan aksi kekerasan terhadap wartawan. “Menurut mereka, pada saat aksi dorong-mendorong yang dilakukan dengan mahasiswa, mungkin satpam yang salah senggol dan mengenai dua orang wartawan itu, maka terjadi salah paham,” ucapnya.

“Kalau memang betul satpam kami melakukan kekerasan, kami menginginkan wartawan yang bersangkutan menunjukkan luka yang mereka alami akibat dugaan kekerasan dari satpam kampus,” ucap Anto. “Jika benar satpam kampus UIN yang bersalah, ucap Anto, rektor selaku pimpinan tertinggi di kampus UIN Alauddin ini akan memberikan sanksi tegas terhadap mereka.”

Jika memang benar melakukan tindakan anarkis, pihak kampus akan memberikan sanksi berupa pemecetan. UIN Alauddin kini menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk diproses.

(MNU)