Keluarga Risna Dalam Film ‘Uang Panai’ Awalnya Akan Pakai Rumah Mewah di Hertasning

Editor : Lucky

Salah satu adegan yang memperlihatkan rumah adat Bugis Makassar
Salah satu adegan yang memperlihatkan rumah adat Bugis Makassar

Online24, Makassar – Rumah panggung yang ditempati keluarga Risna dalam film “Uang Panai” menjadi magnet tersendiri bagi penonton. Tak sedikit penonton bergumam dan penasaran di mana lokasi rumah ada itu berada. Ada yang berpikir jika rumah ada di Gowa, Maros, atau rumah di daerah tanah Bugis.

Ternyata, rumah tersebut berada di tengah kota Makassar, tepatnya di Jalan Faizal. Rumah tersebut milik Bupati Sidrap, Rusdi Masse atau yang kerap disapa RMS.

Mencari rumah panggung yang menggambarkan adat Bugis di Kota Makassar memang seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Rumah-rumah di kota metro ini sudah didominasi bangunan dari tembok.

[Baca juga: Ternyata, Rumah Adat Keluarga Risna di Film ‘Uang Panai’ Milik RMS

Produser film “Uang Panai”, Amril Nuryan, mengisahkan bagaimana rumah tersebut bisa sampai dipakai untuk lokasi syuting film.”Itu kita temukan secara tidak sengaja. Ada teman yang melihat rumah itu. Kami melihat, rumah itu sangat cocok untuk tempat tinggal keluarga Risna yang seorang pengusaha berlatar belakang Suku Bugis Makassar yang cukup terpandang. Karena itu, kami lalu mencari tahu pemilik rumah tersebut untuk meminta ijin syuting di situ,” terangnya.

“Setelah mencari tahu sana sini, akhirnya kami tahu itu rumah milik Pak Rusdi Masse. Kami langsung minta ijin dan Alhamdulilah RMS mendukung penuh pembuatan film ini dengan mengijinkan kami menggunakan rumahnya,” imbuh Amril.

Amril menambahkan bahwa awalnya setting keluarga Risna akan menggunakan rumah mewah yang berada di kawasan Hertasning. “Pemain juga semua kaget saat kita ganti lokasi untuk rumahnya Risna. Mereka heran masih ada rumah panggung yang megah di kota Makassar,” pungkasnya.

Pemilihan rumah adat milik RSM tersebut ternyata sangat tepat karena memang cocok dengan karakter keluarga Risna yang berlatar Suku Bugis yang cukup terpandang. Dan benar saja, rumah panggung yang terbuata dari kayu ini sendiri menjadi sebagian daya tarik dalam film tersebut

Syuting di rumah adat tersebut dilakukan sekitar seminggu pada Februari dan Maret 2015. “Sekitar seminggu ambil gambar di sana, tapi ada jeda juga. Beberapa scene di-retake. Bahkan syuting sampai pukul 03.00 subuh,” kata Amril.

(MNU)