Presiden Jokowi Minta Negara Anggota G20 Terapkan Sistem Perpajakan Internasional yang Adil dan Transparan

Editor : Fahmi

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghimbau agar negara-negara yang tergabung dalam The Group of  Twenty (G20), dapat menerapkan sistem perpajakan internasional yang adil dan transparan. Hal ini disampaikan Jokowi saat berbicara di hadapan kepala negara yang tergabung G20, di Hangzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) (5/9/2016).  Hal ini akan memperkuat postur dan resiliensi fiskal guna meningkatkan pendapatan dari pajak, sebagai instrumen sumber pembiayaan pembangunan.

“Kondisi ekonomi dunia masih rentan terhadap goncangan, untuk itu G20 harus berupaya untuk meningkatkan resiliensi melalui sistem keuangan internasional yang lebih adil untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi global,” ujar Jokowi seperti dikutip dari portal Kemenlu RI.

Hal tersebut perlu didukung oleh sistem perpajakan internasional yang adil dan transparan. Indonesia akan berkontribusi dengan berkomitmen untuk meningkatkan penerimaan pajaknya sebagai sumber pembiayaan pembangunan, dan instrumen untuk meningkatkan iklim investasi.

Presiden Joko Widodo telah menghadiri KTT G20 di Hangzhou, Tiongkok tanggal 4 – 5 September 2016. Agenda utama G20 2016 adalah “Towards an Innovative, Invigorated, Interconnected and Inclusive World Economy”. Adapun tema-tema utama yang diangkat oleh Presidensi Tiongkok yaitu: Breaking a New Path for Growth; More Effective and Efficient Global Economic and Finance Governance; Robust International Trade and Investment; dan Inclusive and Interconnected Development Growth.

Pertemuan G20 kali ini mengedepankan upaya peningkatan produktivitas ekonomi melalui kerja sama inovasi, revolusi industri baru, dan ekonomi digital guna memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa kebijakan jangka pendek yang dilakukan saat ini belum berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi global, sehingga diperlukan kerjasama ekonomi internasional, dan perbaikan tata kelola ekonomi yang inklusif dan efektif.