Penonton: Roh Film ‘Uang Panai’ Karena Ada Tumming dan Abu

Editor : Lucky

Online24, Makassar – “Iyya tawwa, adami uang panai’nya,” ucap Tumming dalam sepenggal adegan film “Uang Panai”. Tumming merupakan komedian asal Makassar yang melejit melalui video-video kocaknya bersama sahabatnya Abu di YouTube.

Tuming dan Abu juga ikut serta bermain peran dalam film garapan Asril Sani tersebut. Kehadiran Tuming dan Abu dalam film ini dinilai memberikan andil besar terhadap suksesnya film tersebut dipasaran. Penonton menganggap Tuming dan Abu adalah roh dari film “Uang Panai”.

“Saya penasaran sekali dengan film ini, apalagi ada Tumming dan Abu. Saya sudah beebrapa kali melihat aksi mereka cuma di YouTube,” ujar Irma, seorang mahasiswi di Makassar saat ditemui sedang mengantri di loket XXI Trans Mall Makassar.

Kekocakan Tumming dan Abu bukan saja dari gerakan tubuh mereka tapi juga kata-kata yang mereka lontarkan. Kelucuan mereka makin kental karena diucapkan dalam logat Makassar, layaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sakit perutku ketawa gara-gara lihat tingkahnya Tumning dan Abu. Film ini bakal garing kalau tidak ada mereka berdua,” ucap Maya, guru swasta yang usai menonton film ini.

Hal senada juga diutarakan ramai dibicarakan di media sosial. Para netizen menilai, Tumming dan Abu memberikan warna tersendiri dalam film tersebut.

“Film ini akan terasa garing dan biasa-biasa saja andaikata tidak ada aksi-aksi kocak dari Abu dan Tumming. Film menjadi segar karena peran duo komedian lokal Makassar itu. Roh film ini sesungguhnya ada pada mereka,” ucap Andi Syahrir, mantan wartawan media lokal Makassar yang kini bermukim di Sulawesi Tenggara, melalui akun Facebook-nya.

Akun [email protected] juga menilai demikian. “Uang Panai bolehlah disebut top untuk film buatan anak Makassar. Ceritanya sih biasa saja. Lucunya Tumming-Abu yg keren,” tulis [email protected] melalui akun Twitter.

Pada kesempatan itu, ia juga mengkritisi film ini yang dianggapnya agak rancu. “Oh ya, di awal film bapaknya Anca mengatakan sbg orang Bugis, tapi mengapa Anca panggil bapaknya dgn Tetta. Bukan Etta (Bugis)?” tanya @agakarebaa.

Sementara itu, Produser Film Uang Panai, Amril Nuryan, mengatakan bahwa setiap masyarakat boleh berpendapat, tapi menurutnya film “Uang Panai” Sukses karena jalan ceritanya. “Menurut saya, sukses film ini karena tema-nya tentang hal yang biasa kita alami dan dengat dalam keseharian. Ketika film lain menjual mimpi dan fiksi, pendekatan film “Uang Panai” lebih kepada keseharian penontonnya,” ujar Amril.

(MNU)