Kerajaan Malusu dan Luwu Sepakat Tidak Akui Adnan sebagai Sombayya Ri Gowa

Editor : Lucky
Andi Irman- Nur Parandrang (tiga dari kanan) ikut memberikan keterangan menolak Adnan/ foto: Zhoelfikar
Andi Irman- Nur Parandrang (tiga dari kanan) ikut memberikan keterangan menolak Adnan/ foto: Zhoelfikar

Online24, Makassar – Perwakilan dari Kerajaan Malusu Toraja Utara, Margareta Mangiri, mempertanyakan keabsahan pengukuhan Bupati Gowa,  Adnan Purichta IYL, sebagai  Sombaya ri Gowa. Adnan dikukuhkan sebagai Sombayya ri Gowa kemarin, Kamis (8/9/2016).

Menurutnya, untuk menjadi seorang raja itu harus punya wilayah, benda pusaka dan yang paling penting dia harus keturunan raja terdahulu. “Silsilahnya perlu dipertanyakan, garis keturunan harus jelas,” ucap Margaretha yang juga pemerhati budaya saat hadir dalam jumpa pers di kediaman Andi Maddusila di Gowa,  Jumat (9/9/2016).

Hal senada juga diutarakan Andi Irman Nur Parandrang sebagai perwakilan  dari Datu Luwu, Maradang Makkulau. “Yang berhak menjadi Sombayya di Gowa itu mesti trah turun-temurun,” ucap Andi Imran yang juga seorang pengamat budaya.

“Kalaupun tidak ada putra mahkota maka akan kembali kepada anak Angileng (anak yang paling tertinggi darahnya setelah putra mahkota). Tidak ada sejarahnya dalam kerajaan Gowa, selain keturunan  Gowa, yang menjadi Sombayya atau Raja Gowa,” tambahnya. “Saya mewakili Maddika Ponrang Dewan Adat 12, menyatakan dengan tegas bahwa kami menolak Adnan menjadi Sombayya ri Gowa.”

Menurut Andi Irman, sesuai dengan adat Pangadereng bahwa yang namanya Raja berati memiliki istana, dewan adat kerajaan, memili tanah adat, dan memilik silsilah yang benar. “Jika memang Sombayya yang kemarin dilantik (Adnan Puritcha IYL), maka tolong perlihatkan silsilah yang benar,” ujar lelaki yang juga menjadi ahli Lontara ini.

(MNU)