Andi Maddusila: Bertobatlah Adnan!

Editor : Lucky
Andi Maddusila saat memberi pernyataan di kediamanannya terkait pengrusakan Balla Lompoa, Jumat (9/9/2016). (foto:zhoelfikar)
Andi Maddusila saat memberi pernyataan di kediamanannya terkait pengrusakan Balla Lompoa, Jumat (9/9/2016). (foto:zhoelfikar)

Online24, Makassar – Selaku Raja Gowa, Andi Maddusila,  dengan tegas menolak dan tidak akan mengakui Adnan Puritcha IYL yang mengukuhkan dirinya sebagai Sombayya Ri Gowa atau Raja Gowa. Hal ini disampaaikanya saat konferensi pers di kediamanya di Talassalapang, Jumat (9/9/2016) sore.

Andi Maddusila mengatakan, “Saya sudah bertemu dengan raja-raja lain se-Nusantara dan kami sepakat tidak ada raja yang dinobatkan oleh orang luar (bukan anggota kerajaan). Yang dilakukan salah besar, dia (Adnan) terburu-buru (membuat) Perda untuk merampok kekayaan kerajaan Gowa yang kita jaga turun temurun.”

“Menurut pejabat di Jakarta yang berasal dari Gowa, Adnan sama bapaknya (Ichsan Yasin Limpo) itu sudah putus urat malunya. Mereka sudah melampaui batas kewenanganya,” tambah Maddusila yang merupakan raja Gowa ke-XXXII.

Menurut Maddusila, untuk menjadi Raja Gowa, saat dikukuhkan harus memakai simbol-simbol raja  seperti memakai Salokoa Ri Gowa, Sudanga, Ponto Jangang-Jangang, dan Kolara. Tanpa itu, penobatan tidak sah. Sama seperti saat Andi Maddusila dinobatkan menjadi raja Gowa ke-37 dengan gelar I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II.

“Kemarin, (penobatan Adnan) seperti pengantin. Karena hanya memakai sigara (pakaian pengatin) dan tidak memakai mahkota,” imbuhnya.

Maddusila menyakin bahwa pembobolan paksa Istana Balla Lompoa dan kamar tempat menyimpan pusaka kemarin malam yang dilakukan Kepala Satpol PP Gowa adalah atas suruhan Adnan dan ayahnya, Ichsan Yasin Limpo. Dia secara lantang mengutuk keras perbuatan tercela itu.

 “Bertobatlah Adnan kepada Allah SWT. Karena perbuatan kemarin malam (membobol tempat penyimpana benda pusaka) itu melanggar hukum, adat, dan itu tidak sah,” ujarnya.
(MNU)