PD RPH: Daging Oplosan Sangat Merugikan Konsumen

Editor : Lucky
Sapi-sapi di RPH/ foto: Aris
Sapi-sapi di RPH/ foto: Aris

Online24, Makassar – Perusahaan Daerah (PD) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Makassar menanggapi maraknya peredaran daging oplosan ke beberapa pasar tradisional di Makassar. Staf Umum PD RPH, Saiful M, mengatakan bahwa masyarakat harus lebih jeli ketika ingin membeli daging di pasar.

“Pemotongan daging yang tidak melalui PD RPH diragukan kondisinya. Jangan sampai daging sudah tidak layak konsumsi, sapi yang dipotong bisa saja terjangkit penyakit bahkan bisa saja daging tersebut sudah dicampur dengan daging babi. Daging oplosan ini tentunya sangat merugikan konsumen,” ujar Saiful.

Hal tersebut dilontarkan Saiful lantaran dirinya  pernah menemukan distribusi daging oplosan yang asalnya dari Kabupaten Toraja.

“Saya pernah mendapati daging berhasil masuk ke Makassar dari Toraja tanpa adanya pengawasan dari pemerintah. Daging tersebut tidak diketahui asal usulnya, baik dari segi tata cara pemotongannya juga jangan sampai sudah dicampur dengan daging celeng,” tambahnya.

Harusnya sesuai Perda Pemkot Makassar, daging dari luar daerah tidak boleh masuk ke Makassar. Sapi harus dalam keadaan hidup dan dipotong di PD RPH milik Pemkot Makassar. Sapi yang masuk pun ketika tiba di RPH tidak langsung dipotong, harus diistirahatkan terlebih dahulu.

Lebih lanjut, menurut Saiful, masalah peredaran daging oplosan sebenarnya bukan wewenang PD RPH, tapi tanggung jawab ada pada Dinas Peternakan ataupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (ars)