Dibuka Paksa dengan Linggis, Pusaka di Dalam Brankas Akan Dicuci oleh Adnan Purichta Selepas Salat Idul Adha

Reporter :
Editor : Fahmi
(foto:zhoelfikar/localhost)
(foto:zhoelfikar/localhost)

Online24, Gowa- Setelah dibuka paksa menggunakan linggis, sejumlah pusaka Kerajaan Gowa yang berada di dalam brankas berukuran 1 m x 0.5 m yang tersimpan di dalam istana Balla Lompoa, akan dilakukan pencucian benda pusaka secara adat Gowa atau dikenal dengan istilah Cera Kalompoang, sehabis salat Idul Adha, Senin siang besok (12/9/2016).

Prosesi pencucian benda pusaka Kerajaan Gowa ini akan dipimpin oleh Bupati Gowa Adnan Purichta yang baru saja dilantik sebagai Sombayya Gowa pada Kamis, 8 September kemarin, berdasarkan Perda Lembaga Adat Daerah Gowa. Hal ini-lah yang mendapat protes dari kubu Andi Maddusila yang juga mengklaim dirinya sebagai Raja Gowa ke-37.

Setelah beberapa pusaka, seperti mahkota raja atau Salokoang, gelang emas dan keris pusaka diamankan oleh petugas dari Pemkab Gowa, Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malagani menandatangani berita acara bersama sejumlah anggota DPRD Gowa, seperti Ansar Bate, Yusuf Harun, Alimuddin tiro, Kasatpol PP Gowa Kalamuddin Serang, Kabag Umum Pemkab Gowa Andi Sura Suaib serta anggota Kodim Gowa Lettu Santoso Rahmat, anggota Polres Gowa Aiptu Nurdin.

Sebelum dilakukan pembukaan paksa, kelompok pendukung keturunan Raja Gowa Andi Maddusila terlibat bentrok di sekitar Balla Lompoa dengan anggota Satpol PP Gowa dan PNS Pemkab Gowa. Akibat bentrokan ini dua anggota Satpol dilarikan ke rumah sakit Syekh Yusuf akibat terkena lemparan batu.