Adnan Purichta: Prosesi Ritual Pencucian Benda Pusaka Berjalan Hikmat Tanpa Hambatan

Editor : Lucky
Balla Lompoa di Gowa. Pemkab Gowa akan membangun replika Balla Lompoa di Afsel.
Balla Lompoa di Gowa. Pemkab Gowa akan membangun replika Balla Lompoa di Afsel.

Online24, Makassar – Prosesi ritual pencucian benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa atau Accera Kalompoang yang diikuti Ketua Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Icshan,  diwarnai dengan suara ledakan petasan yang dilemparkan massa dari luar Balla Lompoa, Senin (12/9/2016). Selain menggunakan petasan, massa juga melempar pakai batu dan dibalas oleh massa yang berada di dalam Balla Lompoa.

Pada saat pencucian 14 benda pusaka Kerajaan Gowa, terjadi ledakan yang membuat para tamu undagan merasa kaget dan was-was. Walaupun terjadi letusan beberapa kali, Adnan Purichta  yang juga Bupati Gowa merasa tidak terjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

“Prosesi ini berjalan dengan hikmat, sebab saya merasa tidak terjadi apa-apa. Saya tidak mengetahui kejadian apa pun di luar dan saya tidak mendengar suara ledakan,” ujarnya.

Adnan mengatakan bahwa suara letusan petasan sudah biasa terjadi saat Lebaran. Karena itu, ia tidak menganggap lemparan petasan dari massa yang di luar Balla Lompoa sebagai sebuah serangan.

“Suara letusan itu seperti mercon. Petsan dan mercon biasa didengar saat merayakan Lebaran,” ucapnya.

Setelah prosesi pencucian berlangsung, Adnan beserta rombongan meninggalkan Istana sembari mengelilingi Museum Balla Lompoa.  “Semuanya sabar. Kita serahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk penegakan hukum,” tutupnya.

(FAT)

[fbcomments]