Dasrul Tertekan Selama Kasusnya Bergulir di Pengadilan

Editor : Lucky
Guru Dasrul (kedua dari kanan) saat mengikuti pertemuan antara PGRI dengan LPSK, Rabu (21/9/016).
Guru Dasrul (kedua dari kanan) saat mengikuti pertemuan antara PGRI dengan LPSK, Rabu (21/9/016).

Online24, Makassar – Guru SMKN 2 Makassar, Dasrul, melalui kuasa hukumnya Syamsul Muhidini meminta bantuan pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat. Permintaan ini terpaksa dilakukan karena Dasrul merasa ditekan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Menjawab permintaan itu, tim LPSK Pusat pun datang ke Makassar. Mereka tiba di Kota Daeng hari ini, Rabu (21/9/2016)

Tenaga Ahli LPSK Pusat, Susilaningtias, mengatakan timnya akan menyiapkan tenaga untuk melindungi korban dalam tekanan-tekana psikologi yang dialaminya ketika bersaksi.

“Jika korban merasa tertekan dalam memberikan kesaksiannya, kita akan menyiapkan tenaga ahli untuk itu. Agar korban tidak merasa di tekan dalam melakukan kesaksiannya,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Kantor PGRI Sulsel, Jalan Amangappa, Kota Makassar, tadi sore.

Seperti yang kita ketahui bahwa guru Dasrul merasa tertekan dengan adanya campur tangan pihak lain selama bergulirnya kasus ini di pengadilan. Termasuk  dikembalikannya MA kepada orang tuanya.

Kepala Sekolah SMKN 2 Makassar, Chaidir Madja, mengaku bahwa beberapa waktu yang lalu ada beberapa orang datang ke sekolah mencari dirinya.

“Beberapa waktu yang lalu ada orang yang datang dan mengatasnamakan dirinya LSM. Mereka datang mencari saya, tapi saat itu saya sedang di Jakarta,” ucap Chaidir. “Saya tahu informasi ini dari Satpam. Setelah itu ada beberapa perabot dalam sekolah yang rusak seperti pintu, meja, dan lainnya.”

(REN)