AirNav Perkenalkan Sistem Navigasi Udara Kepada Pelajar di SMAN 7 Makassar

Editor : Lucky
Online24, Makassar – Forum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia  (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menggelar program Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mengajar di SMA Negeri 7 Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 18, Sudiang, Makassar, Jumat (23/9/2016). Program BUMN Mengajar bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru serta menularkan semangat kepada para pelajar.
Direktur Keselamatan Kemanan dan Standarisasi, Yurlis Hasibuan, mengatakan bahwa masa yang akan datang, tantangan regional dan global pada dunia penerbangan akan semakin kompleks. Karena itu, perlu persiapan dari sekarang dengan menciptakan inovasi dari generasi muda saat ini.
“Kita harus memperkenalkan navigasi penerbangan di Indonesia kepada generasi muda, sehingga regenerasi dapat terus terjadi. Selain itu, kita membutuhkan kontribusi dari pemuda Indonesia dalam melakukan perubahan dan inovasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 7 Makassar, Anwar, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terkait program BUMN Mengajar ini. Menurutnya, ini bukti jika AirNav memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap dunia pendidikan.
“Ini adalah momentum yang sangat spesial, karena siswa-siswi SMA Negeri 7 Makassar bisa menimba ilmu terkait dunia navigasi penerbangan dari AirNav Indonesia yang merupakan BUMN navigasi penerbangan nasional,” tuturnya.
SMAN 7 Makassar merupakan satu dari lima sekolah di Indonesia yang terpilih menjadi tujuan pelaksanaan program BUMN Mengajar. Empat sekolah lainnya ada di Sumatra Utara, Solo, Semarang, dan Surabaya.
“Alumni SMA Negeri 7 Makassar sudah ada satu orang yang bekerja di AirNav dan saat ini bertugas di Kendari sebagai Traffic Controler. Kita berharap ke depan bukan cuma satu orang dari SMA Negeri 7 Makassar yang bisa bergabung di AirNav Indonesia,” ungkap Novy Pantaryanto selaku Kepala cabang Makassar Air Traffic Service Center.
Sebagai bentuk kepedulian BUMN terhadap dunia pendidikan, AirNav Indonesia juga memberikan bantuan Program Bina Lingkungan kepada pihak sekolah sebesar Rp 50 juta. Bantuan ini dikonversikan dalam bentuk perlengkapan yang dibutuhkan sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar, seperti komputer dan LCD proyektor.
(VI)