Demi film ‘Silariang’, Bisma Smash dan Andania Suri Berlatih Logat Makassar dan Bugis

Editor : Lucky

Bisma Kharisma dan Andaria Suri
Bisma Kharisma dan Andaria Suri

Online24, Makassar – Sejak dua pemain utama film “Silariang” diumumkan minggu lalu di Jakarta, dunia sosial media mendadak heboh. Banyak yang tak menyangka produser dan sutradara memilih Bisma Kharisma yang merupakan mantan personil “Smash” dan Andania Suri karena bukan asli dari Sulsel.

Namun, jika menelusuri jejak keduanya di dunia hiburan, publik mungkin bisa lebih mengerti dengan pilihan produser Ichwan Persada dan sutradara Wisnu Adi. “Keduanya masih sama-sama muda, sama-sama punya kegairahan yang asyik untuk seni akting,” kata Ichwan saat ditemui di Basecamp Silariang, Jalan Bonto Ramba, Makassar, Sabtu (24/9/2016).

“Dan yang paling penting, mereka tak punya rasa takut untuk tenggelam dalam peran yang akan mereka mainkan,” tambahnya.

Karena bukan berasal dari Sulsel, baik Bisma maupun Andania dilatih secara khusus seputar dialek Bugis dan Makassar. Maklum saja, untuk menghidupkan film ini, dialek atau logat Bugis dan Makassar harus disisipkan dalam dialog para pemerannya.

Ichwan Persada melihat bahwa kombinasi keduanya akan menghasilkan letupan emosi yang diperlukan untuk film “Silariang”. “Saya rasa ada potensi besar dimana keduanya akan membawa penonton mengikuti kisah mereka yang penuh suka duka dalam pelarian,” tambahnya.

Bisma bukan nama baru di dunia hiburan. Melejit dengan boyband Smash, Bisma sebagai pribadi juga dengan mudah menarik perhatian. Cowok asal Sumedang, Jawa Barat, itu juga terhitung cerdik dalam menyusun strategi karirnya.

Ketika Smash memasuki masa vakum, Bisma dengan mudah banting setir ke dunia akting. Ia langsung dipercaya menjadi pemeran utama di film “Juara” yang tak hanya menantangnya berakting dengan Cut Mini dan Tora Sudiro, tapi juga memaksanya beradu kelahi dengan Cecep Arif Rahman.

Andania Suri pun juga bukan nama baru di jagat perfilman nasional. Sejak terpilih sebagai Gadis Sampul 2010, selain itu ia juga langsung digamit sutradara Erwin Arnada membintangi “Rumah di Seribu Ombak” yang memperoleh nominasi Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2012. Ia berturut-turut membintangi “Hijabers in Love” (2014) dan “Beauty and the Best” (2016).

Sebelum membintangi “Silariang”, Suri ditantang untuk berperan sebagai gadis bisu tuli di “Jejak Dedari” yang menghadapkannya dengan aktor kaliber seperti Christine Hakim, almarhum Alex Komang, dan Reza Rahadian.

 (Ren)