Ada Dewan Pengawas RS Tersandung Kasus Korupsi, Wakil Bupati Bulukumba: Segera Dikaji Ulang

Editor : Lucky
Tomy Satria Yulianto
Tomy Satria Yulianto

Online24, Bulukumba – Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, memerintahkan Inspektorat Kabupaten agar meninjau kembali penetapan Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Sultan Daeng Radja Bulukumba. Sebelumnya, ditetapkan ada 5 orang yang menjadi Dewan Pengawas RS berdasarkan rekomendasi SK Bupati.

Hal tersebut diungkapkan Tomy saat menerima aspirasi ratusan massa Aliansi Reforma Agraria (ARA) yang melakukan aksi peringatan Hari Tani Nasional ke-56, Selasa (27/9/16) kemarin. Dimana salah satu tuntutan pengunjuk rasa mendesak pemerintah mencopot Dewan Pengawas RS tersebut.

Ketua Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bulukumba, Rudy Tahas, mengatakan, pengangkatan Anggota Dewan Pengawas tersebut telah menyalahi prosedur sekaligus melanggar undang-undang No 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit dan diatur jelas pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 10 Tahun 2014 tentang Dewan Pengawas Rumah Sakit.

“Dalam Permenkes tesebut tertera jelas pada pasal 9 ayat 5 tentang pengangkatan dewan pengawas harus memiliki pengetahuan tentang kesehatan. Pada pasal 10 huruf d dijelaskan bahwa yang berhak diangkat menjadi dewan pengawas tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana. Sementara diketahui satu dari lima orang tersebut pernah terlibat kasus korupsi,” ungkap Rudy.

“Meski berdasarkan SK Bupati namun jelas telah melanggar prosedur. Parahnya, melanggar permenkes juga,” tambahnya.

Menanggapi tuntuntan, Tomy telah memerintahkan Inspektorat kabupaten untuk meninjau kembali pengangkatan itu. “Terkait Dewan pengawas Rumah sakit, saya telah perintahkan Inspektorat untuk meninjau sekaligus mengkaji ulang penetapan berdasarkan SK Bupati tersebut,” katanya.

Sebelumnya, pengangkatan kelima Anggota Dewan pengawas rumh sakit ini memang sempat menuai sorotan dari berbagai pihak dan lembaga di Kabupaten Bulukumba. Mereka mendesak pemerintah untuk mencopot anggota Dewan pengawas Rumah Sakit yang tidak sesuai prosedur.

(Ar)