Mengharukan, Ini Kisah Herman Mangga Saat Disandera Abu Sayyaf

Editor : Lucky
Suherman
Suherman

Online24, Bulukumba –¬† Suherman bin Mangga (26), warga Bulukumba yang sempat disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf kini sudah bebas. Ia bersyukur akhirnya¬† bisa berkumpul kembali bersama keluarganya di kampung halamnya di Pulau Liukang, Desa Bira Bulukumba, Selasa (27/9/16) dinihari.

Suherman disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di daerah Sandakan, Sabah, Malaysia sejak 3 Agustus lalu. Ia baru bisa bebas pekan lalu dari kelompok bersenjata yang bermarkas di Filipina tersebut setelah digempur tentara Filipina yang menewaskan salah satu petinggi kelompok radikal ini.

Suherman yang dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Selasa (27/9/16) malam, belum bisa berkomentar banyak. Dirinya hanya menjelaskan awal mula kala dirinya ditangkap.

Saat itu, cerita Suherman, dirinya bersama dua orang rekannya sedang berlayar mengangkut udang di perairan Malaysia. Tiba-tiba ada kapal kecil yang terhenti ditengah laut dan membutuhkan pertolongan.

Namun saat disambangi, empat orang perompak langsung masuk di kapal mereka sambil menodongkan senjata. Perompak itu kemudian menyekapnya dan membawa Suherman yang merupakan kapten kapal tersebut pergi ke daerah perairan Filipina. Sementara dua rekannya dibebaskan untuk meminta tebusan.

Di perairan tersebut, anggota Abu Sayyaf mengasingkan Suherman di Pulau Sulu, Filipina. Di pulau itulah, kelompok bersenjata membawa Suherman berpindah-pindah tempat. Masuk ke dalam hutan bakau. Dalam perjalanan itu Suherman kerap kali diancam akan di tembak mati.

“Jadi saya bermalam di dalam batu besar. Saat tidur, dua anggota Abu Sayyaf menjaga saya dan sesekali mereka ancam kepala saya akan ditembak jika melawan atau berusaha kabur,” ungkap Suherman dengan nada sedih.

Suherman tiba di Bulukumba kemarin. Biaya transportasinya ditanggung pihak kementerian luar negeri RI dan dijemput oleh pamannya Ramli.

(Ar)