DPRD Bulukumba Akui Pelayanan RSUD Sulthan Dg Radja Belum Maksimal

Editor : Lucky
Fahidin
Fahidin

Online24, Bulukumba – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba mengakui jika pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba masih belum maksimal. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya keluhan dari masyarakat yang menganggap pelayanan tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Fahidin HDK, yang dikonfirmasi, Rabu (28/9/16) mengaku, kurang maksimalnya pelayanan dikarenakan masih banyaknya sarana dan pelayan kesehatan yang harus ditambah. Ia menambahkan, jika DPRD senantiasa mendorong peningkatan pelayanan, hanya saja hingga saat ini belum maksimal karena memang masih banyak yang harus dibenahi.

Selain itu, Fahidin berharap mempublikasikan SOP pelayanan rumah sakit sehingga apa yang menjadi keluhan masyarakat yang tidak sesuai harus diberikan sanksi. “Saya sebenarnya tidak mau mempersalahkan siapa, namun intinya pelayanan RSUD harus dimaksimalkan karena ini mengenai kesejahteraan masyarakat. Juga harus ada humas untuk siap menjawab setiap pertanyaan masyarakat,” ujarnya.

Untuk kedepanya, Fahidin berharap RSUD meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan penambahan dokter serta melarang dokter memiliki tugas tambahan. Hal tersebut untuk mengurangi kesibukan yang mungkin akan terpecah disaat praktek dan rumah sakit butuh tenaga.

“Kebanyakan dokter punya doble job, jadi jarang di rumah sakit. Hal ini harus dibenahi untuk perbaikan layanan,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Pengawas RSUD, Makmur Masda, yang dikonfirmasi mengaku akan terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan, dengan melakukan observasi rumah sakit lain dan masukan dari masyarakat terkait apa saja yang harus dibenahi. “Sekarang kami sedang rapat terkait meninggalnya Aulia (7) bocah yang diduga meninggal karena lambat dirawat. Yang pasti, RSUD akan terus berbenah untuk peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Sebelumnya, RSUD Dultan Dg Radja Bulukumba yang sekarang telah berstatus Type B memang banyak menuai keluhan dari pasien. Mulai dari beberapa pasien yang keluar paksa karena tak mendapat pelayanan maksimal, hingga protes keluarga korban meninggal  lantaran pihak RS diduga tidak bekerja propesional.

Seperti kejadian baru-baru ini yang mengakibatkan seorang ibu meninggal usai melahirkan diduga karena malpraktik. Beberapa hari lalu, seorang bocah bernama Aulia (7) juga meninggal dunia karena diduga salah perawatan.

(Ar)