Kunjungi Kawasan Adat Kajang, Kedubes Australia Resmikan 2 Buah Tambala

Editor : Fahmi
Rombongan tim counsellor Kedubes Australia disambut tarian adat Kajang. Kamis (29/9/16). (foto:arn)

Online24, Bulukumba – Kedutaan Besar (Kedubes) Australia, Kamis, (29/9/2016) berkunjung ke kawasan Adat Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi selatan.

Kunjungan yang diwakili oleh tim Konsuler Kedubes Australia berjumlah 5 orang tersebut disambut dengan pagelaran budaya tari Passappu Pabitte oleh masyarakat adat Kajang, lalu kemudian meresmikan 2 buah Tambala (Pembatas) antara wilyah kawasan adat (Terikat dengan pasang peraturan leluhur) dengan kawasan luar adat.

 

Direktur Lembaga Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Bulukumba, Nur A’la, selaku NGO yang mengundang Kedubes Australia mengatakan kunjungan Tim Konsuler Kedubes Australia tersebut yang bersinergi dengan USAID untuk memperkenalkan adat dan budaya Kajang kepada Pemerintah Australia.

“Intinya memperkenalkan budaya kajang kepada masyarakat dan tamu kita dari Australia, ini undangan bagi seluruh masyarakat yang mau mengenal kajang lebih dekat,” ujarnya.

Rombongan tim counsellor Kedubes Australia mengabadikan tarian adat Kajang, Kamis (29/9/16). (foto:arn)
Rombongan tim counsellor Kedubes Australia mengabadikan tarian adat Kajang, Kamis (29/9/16). (foto:arn)

Sementara  Dr. Nicola Nixon, Pihak Consellor Kedubes diwakili Penerjemah mengungkapkan, tujuanya ke Kajang selain menjalankan program pemberantasan kemiskinan juga sangat tertarik dengan budaya dan adat Kajang yang sangat dijaga dijaman yang sangat modern seperti sekarang.

“Tadi saya sudah keliling di kawasan adat Kajang ini saya melihat rata-rata orang disini masih hidup dibawah kelayakan, namun diluar itu saya kagum dengan budaya dan adat disini yang masih dijaga, serta saya juga kagum dengan industri lokal aarung tenun Kajang,” ungkap Nicola.

Nicola menambahkan tak hanya Tambala tersebut yang akan dikontribusikan ke Kajang, melainkan banyak untuk kesejahteraan masyarakat serta pelestarian adat budaya.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan Lakpesdam untuk program yang sudah kami usulkan ke pemerintah Australia, saat ini juga tim kita sedang melakukan beberapa penelitian disini,” tutupnya. (arn)