Anggota DPRD Makassar Nilai Kasus Bayi yang Dijual Ayahnya Bukti Kegagalan BPJS Kesehatan

Editor : Fahmi
Januar Orang tua yang ingin mnenjual bayinya lantaran tak mampu bayar biaya perawatan
Januar Orang tua yang ingin mnenjual bayinya lantaran tak mampu bayar biaya perawatan

Online24, Makassar – Anggota DPRD Golkar dari Fraksi Demokrat, Basdir, menilai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah gagal melindungi pasien bayi yang baru dilahirkan dalam kasus penjualan bayi yang dilakukan Januar di RS Unhas karena terhimpit besarnya biaya perawatan pada Kamis lalu (29/9/2016).

 

Basdir yang dihubungi Online24, Minggu (2/10), mengatakan kasus penjualan yang menghebohkan tersebut contoh kasus “failed project” BPJS Kesehatan.

 

“Sekarang ini Januar, besok kita tidak ingin ada Januar – Januar lain yang terjadi, kalau hari ini Januar masih seperti ini, bagaimana kalau suatu hari nanti ada kasus serupa yang biar akses informasi juga susah,” ujar Basdir.

 

Basdir berjanji ia akan mengadvokasi aturan tersebut hingga ke tingkat pusat sehingga BPJS tidak lagi merepotkan masyarakat.

 

“Bayi yang dalam kandungan kalau perlu tidak usah didaftar, sepanjang orang tuanya terdaftar, ini kan kasihan ada kasus seperti ini, ini saya kira akan menjadi pemicu terhadap perombakan sistem yang ada di BPJS Kesehatan,” lanjutnya.

 

Dia menilai, prosedur yang ditetapkan oleh BPJS yang mengharuskan orang tua mendaftar bayi dalam kandungan paling lambat saat berumur 7 bulan itu sangat tidak wajar dan tidak rasional.

 

“Kita tidak ingin ada kejadian serupa, kita ingin mendaftar ke BPJS usia lima bulan dibilang janganmi dulu, nantipi diumur 7 bulan ke atas dekat-dekatpi, nah kalau terjadi seperti misalnya yang dialami Januar, dia harus operasi Caisar akibat vonis dokter, siapa yang bertanggung jawab,” tandas Basdir.

 

(ARS)