Kabid Humas Polda: Tim Puslabfor Periksa Apakah Ada Kelalaian atau Masalah Teknis

Editor : Lucky
Kombes Pol Frans Barung Mangera
Kombes Pol Frans Barung Mangera

Online24, Makassar – Tim Inafis dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes POlri Cabang Makassar telah datang ke RS Siloam, Rabu (5/10/2016). Tim ini akan melakukan olah TKP ledakan di lantai 9 rumah sakit yang berada di Jalan Metro Tanjung Bunga tersebut. Lantai 9 merupakan tempat panel listrik dan penyimpanan perlengkapan gas.

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, yang hadir di RS Siloam mengatakan bahwa timnya akan melakuka penyelidikan dan memeriksa apakah ledakan yang terjadi semalam itu ada unsur kelalaian atau tidak, atau memang ada kesalahan teknis.

“Tim Labfor akan memastikan ledakan water boiler itu ada unsur lalai atau tidak, ataukah karena masalah teknis. Dari hasil olah TKP ini nantinya, kita akan ambil kesimbulan apakah ada kelalaian, teknis, dan lain sebagaimnya. Hasilnya mungkin akan keluar dalam 3-4 hari ke depan,” ucap Frans Barung.

Frans Barung menjelaskan bahwa ledakan ini diakibatkan water boiler. Nah, tim akan melihat ledakan water boiler ini disebabkan oleh apa. Dari hasil laboratorum itu akan menentukan langkah ke depan. Tentang apa dan siapa yang akan bertanggung jawab serta lain sebagainya.

“Kalau nantinya terbukti ada kelalaian, tapi selama itu tdak ada korbanĀ  jiwa, ini disebut kecelakan tunggal. Yang kita lihat sekarang ada kerugian material,” tambahnya.

Ledakan dari lantai 9 RS Siloam terjadi sekitar pukul 22.00 wita semalam. Seorang pegawai sempat melihat ada percikan api di lantai 9, tidak lama berselang terdengar ledakan. Pasien yang berada di lantai 5, 6, dan 7, mendengar ledakan seperti guntur dan merasakan getaran. petugas dan perawat pun mengevakuasi pasien serta keluarganya ke halaman rumah sakit.

Dugaan sementara, ledakan tersebut bersumber dari water heater atau pemanas air. Diduga ada kebocoran gas yang digunakan pada water heater sehingga menimbulkan ledakan.

(MNU)