SMS Finance Dilapor Lakukan Perampasan Mobil

Editor : Ahmad Raffasya

Online24,Makassar- SMS Finance digugat karena melakukan perampasan mobil Avanza 1,3G warna silver Metalik dengan nomor Polisi DD 905 WG di jalan Toddopuli enam (Kompleks Puri Taman Sari). Selasa (4/10/2016) lalu.

Perampasan ini dilakukan oleh Debt Colector dari kantor SMS Finance, pada saat anak dari Syamsudin Nur yakni Sulaeman Syam mengendarai mobil tersebut, dan dicegat di tengah jalan.

Syamsudin Nur yang bertempat tinggal di Jl Korban 40.000 Jiwa lorong lima nomor 39 Makassar, merupakan  pemilik sah mobil dibuktikan dengan nama di BPKB mobil tersebut dan SMS Finance beralamat di Tamalanrea.

Perampasan mobil tersebut karena atas nama Ikhsan telah mengambil uang dalam hal ini menggadaikan BPKB mobil dari Syamsudin dari SMS Finance. Akan tetapi, Syamsudin tidak mengetahui atas nama Ikhsan dan BPKB miliknya digadaikan.

Ikhsan merupakan pemohon yang menggadaikan BPKB dari Syamsudin. Ikhsan mengambil uang sebesar Rp 91 juta dan telah menunggak selama 2000 hari.

Menurut Dedi Askary SH selaku penyidik Komisi Nasional HAM RI, menyatakan bahwa SMS Finance telah melakukan perampasan mobil karena dilakukan di tengah jalan.

Pihak SMS Finance telah melakukan perampasan dengan melanggar UU pasal 368 KUHP karena melakukan perampasan dengan cara memaksa atau ancaman kekerasan.

Pihak SMS Finance melakukan pelanggaran dibagian administrasi yang tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku yaitu tidak melakukan verifikasi berkas pemohon dan barang bukti yang diagungkan.

“Pihak pemohon harus jelas identitasnya dan bukti administrasi, atau barang yang diagungkan dengan melakukan verifikasi atau peninjauan lapangan, alamat barang yang di jaminkan.

Akan tetapi pihak Finance tidak melakukan hal tersebut”, kata Dedy dalam konferensi pers di Hotel Trisula, sabtu (15/10/16).

Setelah mendatangi dari pihak SMS Finance mempertanyakan hal ini, akan tetapi pihak SMS Finance tidak memberikan keterangan karena pimpinan tidak berada di tempat.

Pihak dari Syamsudin Nur telah melaporkan kejadian ini di Polsek Rappocini pada hari rabu (5/10/16) lalu.