Selama tahun 2015, 690 Warga Sidrap Bebas dari Kemiskinan

Editor : Lucky
Rusdi Masse (foto: Zhoelfikar)
Rusdi Masse (foto: Zhoelfikar)

Online24, Sidrap –  Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) masih menjadi kabupaten paling rendah angka kemiskinannya di Sulsel untuk tahun 2015.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka kemiskinan Sidrap pada tahun 2015 turun menjadi 5,55 persen dari angka sebelumnya 5,82 persen pada tahun 2014 silam.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Sidrap, Misbahuddin, Selasa (18/10/2016).  Dia mengatakan, persentasi angka kemiskinan ini dikeluarkan secara nasional oleh Deputi Statistik Ketahanan Sosial BPS RI tanggal 6 Oktober 2016.

“Sidrap mempertahankan posisinya sebagai kabupaten paling rendah angka kemiskinannya dibanding kabupaten lain di Sulsel,” ujarnya.

Jadi ini data 2015 mencatat, terdapat 690 warga berhasil dikeluarkan dari jurang kemiskinan dalam setahun terakhir di Sidrap,” ujar Misbahuddin.

Sidrap melampaui daerah lain di Sulsel seperti Bantaeng 9,53 persen, Jeneponto sekitar 15,31 persen, Selayar 12,94 persen, dan lain sebagainya.

BPS mencatat, jika Kabupaten Sidrap paling rendah angka kemiskinannya di Sulsel, maka berdasarkan skala Pulau Sulawesi, Sidrap menempati urutan kedua setelah Kabupten Mamuju Utara di Sulbar dengan angka kemiskinan 4,99 persen.

“Itu artinya, kurang satu persen lagi Kabupaten Sidrap akan menjadi yang terendah di Pulau Sulawesi,” bebernya.

Bupati Sidrap, Rusdi Masse (RMS), memang memiliki komitmen kuat untuk menekan kemiskinan di daerahnya. Salah satu metodenya adalah memperbaiki rumah tidak layak huni.

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Sidrap, Sudirman Bungi, saat rapat bersama Kepala BPS Sidrap Misbahuddin dan beberapa SKPD terkait. Ia menjelaskan bahwa prioritas RSM adalah terjun langsung ke rumah rumah keluarga miskin untuk melihat apa kebutuhan dan penyebab rumahtangga tersebut miskin.(*)