Oknum Pejabat Dispenda Makassar Dipolisikan Warga Karena Pungli Rp 100 Juta

Reporter :
Editor : Fahmi
Hafsah menunjukkan bukti laporannya di Polrestabes Makassar
Hafsah menunjukkan bukti laporannya di Polrestabes Makassar

Online24, Makassar- Nur Hafsah (50), warga jalan Lanto Dg Pasewang, Makassar, mengaku dimintai uang Rp 100 juta saat mengurus validasi pajak berkas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di kantor Dinas Pendapatan Daerah Makassar, pada Juli 2016 lalu.

Merasa tertipu, Hafsah melaporkan tiga nama: Kabag Tata Usaha Dispenda Makassar Ansar, Kabid Dispenda Makassar Andi Iwan Jemma dan seorang makelar berkas bernama Anwar, ke Polrestabes Makasssar, pada Jumat malam (21/10/2016). Ketiganya ditemui Hafsah di kantor Dispenda Makassar di jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

“Waktu itu mereka seakan-akan tidak mau menyelesaikan validasi surat saya, padahal sudah 10 hari saya setor. Jadi saya pulang bersama notaris saya, Yuli. Di tengah perjalanan pulang, saya lalu ditelepon si Anwar (joki) dia bilang kalau mau dibantu validasi berkas pajak, saya harus sediakan uang Rp 100 juta,” kata Hafsah.

Waktu itu Hafsah sempat mempertanyakan besaran jumlah yang diminta makelar berkas tersebut. Meskipun sebenarnya ia tidak ikhlas, Hafsah terpaksa menyetor uang tersebut agar berkasnya cepat selesai.

“Saat Anwar meminta uang pelicin Rp 100 juta, uang diserahkan di kantor Dispenda ke dua pegawai Dispenda, setelah diserahkan besoknya berkasnya memang sudah selesai, tapi saya tetap merasa diperas mereka, karena masak cuma tanda tangan Rp 100 juta harganya,” tambah Hafsah.

Hafsah kini menunggu hasil perkembangan dari proses pengusutan polisi dan berharap agar tidak ada lagi kejadian pemerasan seperti yang menimpa dirinya.