Diupah Rp 700 Ribu Per Bulan, Daeng Limbau Telaten Bersihkan Jalan di Enrekang

Editor : Lucky
Daeng Limbau saat membersihkan jalan di Kota Enrekang
Daeng Limbau saat membersihkan jalan di Kota Enrekang

Online24, Makassar – Daeng Limbausetiap hari bersenjatakan sapu lini mulai menyapu di jalan-jalan dalam Kota Enrekang. Wanita berusia 42 tahun itu bekerja sebagai penyapu jalan sejak tahun 1999.

Daeng Limbau adalah penduduk Makassar yang sudah puluhan tahun bermukim di Enrekang, mengikuti suami yang juga bekerja sebagai pengangkut sampah. Saat suaminya meninggal tahun 2000, Daeng Limbau yang kini tercatat sebaga warga Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, harus berjuang sendiri menghidupi tiga orang puterinya dengan bekerja sebagai penyapu jalan.

“Awalnya upah saya Rp 70.000 per bulan, sekarang sudah naik Rp 700 ribu. Tapi kalau kami sakit atau tidak masuk kerja, upah kami dipotong,” ungkap wanita yang tidak memiliki ijazah sekolah ini.

“Saya dengar penyapu yang tidak punya ijazah mau dikeluarkan. Saya tidak punya ijazah, kalau nanti saya dikeluarkan, saya tidak tahu mau kerja apa,” ucap Daeng Limbau cemas.

Selain Daeng Limbau, ada 19 perempuan penyapu jalan lainnya yang setiap hari bisa ditemui di  Kota Enrekang. Mereka punya andil besar membuat jalan menjadi bersih sebelum masyarakat lain beraktifitas.

Mereka bekerja sejak subuh hingga pukul 10.30 wita. Dengan rute yang berbeda namun cukup jauh sekitar 600 meter. Setelah bekerja, mereka harus kembali berkumpul di kantor Dinas Kebersihan, Lingkugan Hidup, dan Ppertamanan untuk melaporkan hasil kerja mereka.

Bersihnya kota Enrekang berada di tangan para perempuan ini. Sayangnya mereka merasa menerima upah yang masih berada dibawah standar UMR yakni Rp 20.000 per hari. Belum lagi saat mereka tidak bekerja karena sakit atau melahirkan, upah mereka dipotong sesuai berapa hari mereka tidak masuk.

[fbcomments]