BBPOM Imbau Waspadai Produk Obat dan Makanan Yang Dijual Online

Editor : ifan Ahmad
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Dr. Muhammad Guntur pada sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bahaya obat, kosmetik dan makanan berformalin, di Aula Gedung Serbaguna SMK Negeri 5, Jl. Sunu, Sabtu 12 November 2016.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Dr. Muhammad Guntur pada sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bahaya obat, kosmetik dan makanan berformalin, di Aula Gedung Serbaguna SMK Negeri 5, Jl. Sunu, Sabtu 12 November 2016.
Online24, Makassar- Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Dr. Muhammad Guntur mengimbau warga untuk berhati-hati membeli produk obat dan makanan melalui belanja online.
Hal tersebut ditegaskan Guntur pada sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bahaya obat, kosmetik dan makanan berformalin, di Aula Gedung Serbaguna SMK Negeri 5, Jl. Sunu, Makassar, Sabtu (12 /11/2016).
Guntur mengungkapkan, dalam sebulan teraktir pihaknya melakukan pengawasan bersama kepolisian. Dari hasil pengawasan tersebut, pihaknya menemukan 95 persen produk makanan online yang diawasi adalah produk palsu dan ilegal, atau tidak terdaftar.
“Setelah kita temukan, langsung kita laporkan dan sudah dalam proses hukum,” ungkap Guntur.
Dalam sosialisasi yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Guntur juga menganjurkan agar masyarakat waspada mengkonsumsi pangan yang mengandung bahan berbahaya, seperti formalin.
“Formalin sangat berbahaya jika dihirup, mengenai kulit dan tertelan. Jika terhirup dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan. Apabila tertelan, dapat menyebabkan sakit perut, kejang hingga koma,” jelas Guntur.
Formalin sering ditemui pada mie basah, tahu dan ikan asin. Selain formalin, bahan berbahaya lainnya yakni boraks, biasa ditemukan pada bakso, lontong dan otak-otak.
“Makanya teliti sebelum membeli dan lihat kebersihannya,” ujarnya.
Lebih lanjut Guntur mengungkapkan harapannya agar dapat terus melakukan sosialisasi tidak hanya pada tingkat kota, namun juga turun ke desa-desa terpencil. Olehnya dia berharap kepada komisi IX DPR RI agar dapat memperjuangkan penambahan anggaran agar sosialisasi dapat terus dilaksanakan.
“Selama ini ibu Aliyah Mustika di Komisi IX DPR RI banyak membantu kita dan berharap beliau terus memperjuangkan program ini agar terus dilaksanakan hingga ke daerah pelosok,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, legislator DPR RI, Aliyah Mustika mengataka,n dirinya sebagai wakil rakyat akan terus berpihak pada kebutuhan rakyat. Sosialisasi yang dilaksanakan BBPOM memiliki manfaat positif, yakni menciptakan konsumen cerdas.
Apalagi komisi IX bermitra dengan Badan POM, sehingga sudah menjadi tanggung jawabnya untuk memperjuangkan usulan tersebut.
“Kami juga berharap dukungan dan doa, agar bisa menjalankan amanah ini sehingga bersama Balai Besar POM kita akan terus memberikan edukasi ke masyarakat agar dapat menjadi konsumen cerdas,” kata Aliyah.