Tukang Becak di Palopo Meninggal Usai Mengantar Penumpangnya

Reporter :
Editor : Fahmi
ilustrasi
ilustrasi

Online24, Palopo – Nasib malang dialami Lahadji alias Dg Tompo, Kamis (17/11/2016) siang. Usai mengantar empat penumpangnya dari SMPN 1 Palopo menuju Perumahan Pesona Tana Luwu di Jalan KH Akhmad Razak, ia kemudian tak sadarkan diri.

Pria asal Bantaeng ini tiba-tiba kondisinya lemas saat tiba di Perumahan Pesona Tana Luwu.

Sebelum tiba di tujuan, Dg Tompo masih sempat berbincang dengan empat siswi yang diantarnya bahwa ia baru saja sembuh dari sakit. Namun ia kembali mengatakan bahwa tidak enak badan saat becaknya tiba di tujuan. Keempat siswi SMPN 1 Palopo itupun turun. Mereka masih sempat melihat Dg Tompo memutar becaknya, lalu berhenti dan istirahat diatasnya. Empat siswi kemudian masuk kedalam rumah. Beberapa menit kemudian, Nayla kembali keluar dari rumah dan melihat Dg Tompo tertunduk lemas dengan mata tertutup. Nayla kemudian memanggil rekannya yakni Cici dan Nisa.

Nisa langsung menelpon orangtuanya, Aiptu Saparuddin dan menceritakan kejadian itu. Aiptu Saparuddin pun menyampaikan ke Polres Palopo. Warga sekitar mulai berdatangan melihat Dg Tompo diatas becak. Namun takut untuk menyentuh langsung.

Beberapa warga mengira Dg Tompo sudah meninggal diatas becak miliknya usai mengantar Nayla Cs. Pantauan media ini, kondisi Dg Tompo sangat memprihatinkan. Saat warga coba melihat dari dekat, terlihat air liur keluar dari mulut.

Nayla mengaku langganan Dg Tompo ketika pulang sekolah.

“Dia (Tompo) yang antar kami kesini. Setelah masuk rumah dan keluar lagi, saya lihat Daeng Tompo sempat putar becaknya kemudian duduk. Dia sempat bilang tidak enak badan,” kata Nayla didampingi tiga rekannya.

Sepengetahuan Nayla, istri Dg Tompo tinggal di Bulukumba, selama ini Dg Tompo tinggal di Asrama Tentara.

“Langgananku kasian ini, sempat memang dua bulan tidak bawa becak karena sakit,” kata Nayla histeris.

Warga sekitar berusaha menghubungi ambulans terdekat. Berselang beberapa menit kemudian,  Kanit Identifikasi Polres Palopo, Ipda Muzafir bersama anggota Mapolres Palopo tiba di TKP dan mengevakuasi Dg Tompo dari becaknya, selanjutnya dibawa ke RS Atmedika untuk mendapatkan pertolongan medis. Polisi mengamankan barang milik Dg Tompo berupa sebuah HP merek Mito dan uang sebesar Rp 95 ribu.

Setibanya di RS, menurut keterangan dokter jaga, dr. Alvian Wandy, bahwa Lahadji alias Dg Tompo telah meninggal dunia saat tiba di RS. dr Alvian menyarankan, jika ingin mengetahui penyebab kematiannya, harus dilakukan otopsi. Namun, pihak keluarga yang tiba menolak dilakukan otopsi.

Jenazah Dg Tompo kemudian di bawa kerumah kontarakannya di Jl.Wecudai. Rencananya jenasah akan di jemput oleh istri dan anaknya dari Kabupaten Bantaeng.