Dwelling Time Pelabuhan Makassar Capai 2,48 Hari, SYL Genjot Ekspor

Reporter :
Editor : Fahmi
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Dirut PT Pelindo IV Doso Agung menggelar jumpa pers terkait dwelling time di Makassar
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Dirut PT Pelindo IV Doso Agung menggelar jumpa pers terkait dwelling time di Makassar

Online24, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, meminta pihak terkait untuk bisa menjaga angka Dwelling Time tetap stabil di angka 2,48 hari, bahkan kalau bisa supaya lebih dipercepat lagi sehingga waktunya semakin pendek.

“Ini pencapaian yang terendah (waktu tercepat) di Indonesia dan kita telah lampaui instruksi presiden yaitu 2,5 hari. Tetapi target ini masih standard kita berharap suatu saat masih bisa menurunkan angka dwelling Time lebih cepat lagi ,” ujar SYL saat konferensi pers di gedung Pelindo IV, kawasan Pelabuhan Makassar, Jumat (18/11/2016).

Ia mengatakan dengan capaian dwelling time yang kian baik, pihaknya juga mengupayakan peningkatan ekspor.

“Kita perkuat komoditi ekspor di basic pertanian, perikanan dan perkebunan. Kita ekspor apa yang dimakan di Eropa dan Amerika. Disana yang paling dibutuhkan apa, kalau misalkan rambutan mari kita kembangkan rambutan,”ujarnya.

SYL mengatakan bahwa dirinya saat ini tengah menjalin komunikasi dengan duta besar-duta besar yang negaranya potensial jadi tujuan ekspor.

“Saya lagi kembangkan komunikasi bidang perdaganagn dengan seluruh duta besar yang ada. Mungkin waktu dekat Insya Allah kita undang ke Makassar,” jelasnya.

Sementara itu Dirut PT Pelindo IV Doso Agung, mengatakan dengan semakin pendek waktu Dwelling Time yang ada di pelabuhan Makassar, akan berimbas positif kepada pengusaha, khususnya pengusaha pelayaran dan ekspedisi bongkar muat.

“Dengan ini secara keuntungan para pengusaha cepat dapat pelayanan, respon dan kargonya cepat diterima,” ujarnya.

Ia menambahkan kunci keberhasilan rendahnya angka Dwelling Time di pelabuhan Makassar adalah kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Di antaranya Polda Sulsel, Bea Cukai, Karantina Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.