SK UMR 2017 Sulsel Direvisi, SYL Minta Buruh Bersabar

Editor : Fahmi
Gubernur Sulsel berorasi di hadapan massa pengunjuk rasa, Jumat (4/11/2016)
Gubernur Sulsel berorasi di hadapan massa pengunjuk rasa, Jumat (4/11/2016)

Online24, Makassar – Terkait tuntutan para buruh di Sulawesi Selatan yang meminta pembatalan revisi Surat Keputusan Gubernur tentang Upah Minimum Provinsi (UMR) 2017 naik 10 persen menuai tanggapan dari Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Pasalnya, kenaikan UMR 2017 di sulawesi selatan tidak sesuai dengan kebijakan di pemerintah pusat yang hanya menaikkan UMR 8,5 persen. Syahrul mengaku kebijakan yang dibuatnya memang menyalahi aturan dan diancam untuk dicabut.
“Itu yang ditegur (SK Gubernur) dan itu diancam dicabut, yah sudah mi kita ikut aturan,” ungkap SYL.
SYL berharap buruh bisa sabar dengan keputusan dan ikut dalam aturan, bahkan SYL merima beberapa komplain terkait SK UMR yang dibuatnya.
“Saya berharap mereka (buruh) sabarlah karena kalau naik lebih dari itu (aturan) provinsi lain juga ikut-ikut. Asosiasi pengusaha juga komplain, tapi itulah kita harus kembali keaturan,” tutup Syahrul.