Rayakan Milad ke-7 Tahun, PMTS UMI Siap Kawal Isu Budaya Makassar di Sulsel

Reporter :
Editor : Fauzi Hamid

Online24, Gowa – Memasuki usia ke-7 tahun Lembaga Persatuan Mahasiswa Tau Sianakkang (PMTS) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berkomitmen akan tetap konsisten mengawal isu-isu pelestarian budaya yang dinaunginya.

Organisasi PMTS UMI menaungi 6 kabupaten: Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar dan Kota Makassar.

“Kami akan tetap berada paling depan dalam melalukan pengawalan terhadap kelompok-kelompok yang mencoba untuk mengikis dan mengubah sejarah,” ujar Ketua Umum PMTS UMI, Wahyu Arif Gunawan, di rumah adat Takalar, kompleks Benteng Somba Opu, Gowa, Senin (12/12/2016).

Menurutnya, sebagai lembaga yang merupakan sekumpulan mahasiswa yang berperan sebagai pemerhati sekaligus pelestari adat budaya suku Makassar akan tetap berada di garda terdepan dalam upaya menjaga adat istiadat warisan leluhur.

“Kita selaku generasi penerus bangsa dan berasal dari Selatan-selatan, suku Makassar diingatkan agar bisa menjaga nilai budaya, kearifan lokal, dan tidak larut dengan kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan norma ketimuran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, selain budaya yang terus dilestarikan, pihaknya juga akan terus mengembangkan pentas seni yang ada di tanah ‘Daeng’.

“Jangan pernah tinggalkan tradisi yang selama ini cukup dibanggakan karena lebih bangga dengan budaya asing,” jelasnya.

Ia menyadari perilaku masyarakat yang kebarat-baratan dapat menimbulkan egosentris pada manusianya dan tidak mustahil suatu saat budaya ketimuran yang selama ini dibanggakan tinggal kenangan.

Sementara itu, Dewan Penasehat Organisasi (DPO), Rahmat Hidayat alias Daeng Lawang menambahkan selain menjadi mahasiswa pemerhati budaya maka dari itu budaya harus dipelihara guna menggali dan melestarikan budaya tradisi yang dimiliki sehingga keberadaannya tetap ada.

“Salah satu penyakit yang sering ada pada generasi kita yakni serangan ‘Proxy War’ yang mana ini merupakan perang cara baru yang mengincar negara kita termasuk Indonesia. Agar warga tidak mudah terpecah-pecah oleh berbagai kepentingan maka seyogyanya tetap menjaga pesan leluhur kita ‘Abbulo Sibatang‘ atau budaya Gotong Royong,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia, Yusuf alias Daeng Gassing menjelaskan bahwa acara Milad ke-7 PMTS mengangkat tema ‘Paengtengi Sirinu ri Kampong Tappelaka Sirina‘, yang bermakna melestarikan budaya suku Makassar lantaran budaya kita mulai luntur di tanah Daeng.

“Maka tetap tanamkan budaya malu dalam diri dan hati kita, sebab manusia hidup dengan rasa malu dan apabila rasa malu itu sudah tidak ada maka hidup kita tak jauh beda dengan hewan,” tutup Yusuf.