Zakir Sabara Pertanyakan Kompetensi Danny Mendesain Petepete Smart

Editor : Fahmi
Uji coba Pete-pete smart menjelajah jalanan di Makassar
Online24, Makassar – Peluncuran Pete Pete Smart yang di desain langsung oleh Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, menjadi viral dengan berita terbakarnya Mobil tersebut seperti yang tersebar di media sosial YouTube.
Plt. Kaprodi Program Profesi Insinyur FTI UMI Makassar, Ir. Zakir Sabara turut mengomentari hal tersebut. Ia menguraikan, seminggu sebelum peluncuran hal yg menarik beberapa kalangan Insinyur di Kota Makassar adalah mobil ini di desain oleh seorang Arsitek, yang ahli dalam merancang karya seni dan teknologi bangunan, bukan oleh Insinyur desain produk industri yang biasanya bertugas secara intensif mendesain Mobil.
Merujuk kepada Kode Etik Insinyur Indonesia yang berisi janji seorang Insinyur yang disebut SAPTA DHARMA ( TUJUH TUNTUNAN SIKAP ). Pada point kedua dan ketiga dimana menyebutkan pada poin kedua yakni, “Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya, dan di poin ketiga menyatakan bahwa Insinyur Indonesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
“Kode etik Insinyur Indonesia bagi seorang Insinyur merupakan aturan dan Norma yg selalu menjadi penuntun dalam menjalankan karir keprofesiannya,” ungkapnya.
Zakir melanjutkan, mengerjakan pekerjaan keinsinyuran (perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan review) di luar bidang kompetensinya merupakan kekeliruan dan kesalahan fatal. Kesalahan fatal karena hasil dari desainnya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan praktis.
“Untuk menjadi seorang pakar dibidangnya dibutuhkan jenjang pendidikan, training dan sertifikasi yg senantiasa ditingkatkan dan dipelihara kemutakhirannya,” tambahnya.
Ia menguraikan, untuk mendesain mobil dibutuhkan kerja tim keinsinyuran dari berbagai bidang keahlian diantaranya insinyur desain produk industri, Insinyur teknik industri, Insinyur mesin, Insinyur Elektro, dan Insinyur terkait lainnya hingga pada akhirnya dikerjakan oleh Insinyur yang ahli di bidang pengetesan kinerja mobil.
“Dari hasil sebuah karya teknologi seperti kendaraan mobil hanya dapat diterima desainnya oleh Tim ahli jika Mobil tersebut dikerjakan juga oleh Insinyur yang berkompeten di bidangnya karena banyak pertimbangan yang salah satu utamanya adalah faktor keselamatan masyarakat pengguna. Faktor keselamatan adalah poin pertama dari tuntunan sikap seorang Insinyur,” pungkasnya.