Produksi Telur 81 Juta Butir Perbulan, Stok Telur Disidrap Aman

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Sidrap, Sadiliah
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Sidrap, Sadiliah

Online24, Sidrap- Pemerintah Daerah (Pemda) Sidrap menjamin ketersediaan telur ayam ras, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Sidrap, Sadiliah, di ruang kerjanya, Jum’at (23/12/2016).

Sadiliah mengklaim, ketersediaan telur di Bumi Nene Mallomomasih aman, meski beberapa peternak ayam ras yang mengalami penurunan produksi telur akibat terkena penyakit aneh.

Populasi ayam petelur di Sidrap, sekitar 5,8 juta ekor yang tersebar di 11 Kecamatan. Namun, Sadiliah mengakui bahwa jumlah populasi di Kecamatan Maritenggae, khususnya di Desa Tanete mencapai 1,2 juta ekor, menyusul Kecamatan Kulo 1,1 juta ekor ayam petelur.

“Memang sempat terjadi penurunan produksi telur di Desa Tanete, Kecamatan Maritenggae beberapa waktu lalu, namun hal itu tidak mempengaruhi jumlah ketersediaan telur di Sidrap, dan masih dijamin aman hingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2017,” ungkapnya.

Jumlah produksi telur ayam ras di Sidrap 2,8 juta butir pehar,i dan mampu menyuplai ke sejumlah daerah seperti Kalimantan, Irian, Ambon, Sulbar, Kendari, dan Sulteng, dan sejumlah daerah lainnya di di kawasan Indonesia Timur.

“Kalau dihitung-hitung jumlah produksi telur ayam kita itu perbulannya mencapai 81 juta butir perbulan, atau 972 juta butir pertahun, selain sidrap dikenal sebagai lumbung beras juga sebagai lumbung telur,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sidrap, Wahyuddin mengaku harga telur ayam ras menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, tidak menentu dan sangat dipegaruhi oleh pasaran.

“Kita sudah cek dilapangan, memang ternyata harga telur fluktuatif, saya kira itu hukum perdagangan, jika permintaan naik atau sebaliknya, maka akan berpengaruuh pada harga,” terangnya.

Menurut Wahyuddin,tidak hanya harga telur yang naik menjelanghari raya, sejumlah kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan.

“Telur saat ini Rp37 ribu per rak yang sebelumnya Rp35 ribu per rak. Biasa juga Rp40 ribu per rak. Dan biasa juga terjadi ini hari mahal besok turun lagi atau pagi ini murah dan sorenya mahal lagi. Memang harga telur di Sidrap itu sangat sulit sekali diprediksi, hal itu tergantung dari pedagannya sendiri, kami dari pemerintah tidak bisa mengintervensi mereka dengan penetapan harga,” ucapnya.

Meski demikian, pemerintah biasanya melakukan pasar murah yang bertujuan untuk hanya untuk membantu warga yang kurang mampu untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan pokok.(*)