Serunya Kemping Keluarga di Parang Bugisi’ Malino

Editor : Fahmi
Anak anak belajar membajak sawah
Anak anak belajar membajak sawah

Bahrul Ulum Ilham

Warga Makassar
Melaporkan dari Parang Bugisi-Malino
 
Online24, Malino – Menikmati dan lebih dekat dengan alam mungkin sudah sulit dirasakan anak masa kini. Namun, dengan acara kemping bersama keluarga di lokasi wisata alam, merupakan cara yang seru dan edukatif mengisi liburan.
Kampung Parang Bugisi Malino adalah lokasi wisata alam yang pas untuk kemping keluarga. Lokasinya di tepi kota Malino, di Jalan Pendidikan antara deretan pohon pinus Natural Park Malino.  Menuju lokasi ini arahnya setelah SMU 2 Tinggi Moncong menyusuri jalan ke arah air terjun Takappala. Nantinya kita ketemu hutan pinus  dengan  daerah terbuka yang menjadi lokasi Parabus Malino Adventure Tour dan Outbound mengelola kegiatan outboud.
Difasilitasi tim Parabus, kami pun keluarga besar mengikuti Parabus Family Camp selama dua hari, 24-25 Desember 2016. Menghirup udara segar, memandang pepohonan pinus  yang dikelilingi bukit dan lembah begitu terasa saat tiba di dataran tinggi Malino, daerah dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Di siang hari pertama kami tiba di lokasi, tampak deretan tenda dan menu makan siang sudah menanti.  Acara selanjutnya aneka games outdoor dan fasilitas yang sudah disiapkan dari Parabus, mulai dari menunggang kuda, memanah, flying fox, engrang dari bambu, bola kaki dan permainan tradisional. Anak-anak tampak puas dan seru menunggang kuda, dilanjutkan uji nyali dengan flying fox.
Kami para orang tua memilih bermain Cangke’ salah satu permainan tradisional Sulawesi Selatan. Permainan mengenang masa kecil ini diikuti dua kelompok, satu sebagai tim pemukul dan lainnya sebagai tim penangkap. Permainan dengan lubang kecil di tanah atau pake landasan batu ini menggunakan 2 buah Pammeppek (stik), digunakan untuk pemukul sekaligus penghitung dan stik kecil untuk dilontarkan.
Cangke’ salah satu permainan tradisional Sulawesi Selatan
Cangke’ salah satu permainan tradisional Sulawesi Selatan
Puas bermain cangke’ sebagiannya memilih bermain flying fox, ada juga memilih belajar membidik sasaran dengan memanah . Kegiatan hari pertama ditutup dengan acara bernyanyi pada malam harinya dengan fasilitas sound yang telah disiapkan panitia.
Acara family camp hari kedua diisi dengan wisata edukatif. Kami diajak ke area persawahan dengan pemandangan yang begitu indah, dekat dengan  lokasi Air Terjun  di Pa’bentengan, Kampung Parang Bugisi.
Di area persawahan dengan pemandangan di atas ketinggian ini telah disiapkan lokasi untuk menangkap ikan, membajak sawah dan menanam padi. Anak-anak tentu sangat senang dan begitu seru saat diajak belajar membajak sawah, berlumpur lumpur berlomba menaiki alat bajak berupa kayu berbentuk segitiga yang disambungkan pada dua ekor sapi.
Puas membajak, game seru selanjutnya adalah menangkap ikan mas di lokasi bekas sawah lainnya lalu ditutup dengan menanam padi. Anak-anak pun tidak ragu berlumpur ria karena di lokasi ini dekat dengan saluran air yang begitu jernih dan mengalir deras. Asyiknya, ketika bersama keluarga bisa kemping bersama, belajar di alam dengan mengasyikkan. (*)

 Parabus Family Camp
Parabus Family Camp