Terima Gaji Dibawah UMR, Disnaker Dinilai Tidak Serius Tangani Buruh

Reporter :
Editor : Fahmi
Staf Pembela Umum LBH Makassar, Edi Kurniawan (kedua kanan) bersama Direktur Utama LBH Makassar, Aswandi (kanan) dan para staf LBH menjelaskan kepada para wartawan saat konferensi pers Catatan Akhir Tahun LBH Makassar, di Jalan Pelita Raya, Makassar, Selasa (27/12/2016).
Staf Pembela Umum LBH Makassar, Edi Kurniawan (kedua kanan) bersama Direktur Utama LBH Makassar, Aswandi (kanan) dan para staf LBH menjelaskan kepada para wartawan saat konferensi pers Catatan Akhir Tahun LBH Makassar, di Jalan Pelita Raya, Makassar, Selasa (27/12/2016).

Online24, Makassar – Sepanjang tahun 2016, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, menangani 24 kasus terkait hak buruh. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Hukum, Muhammad Haedir, Selasa (27/12/2016)

“Sepanjang tahun 2016 kami mendampingi 24 kasus buruh. Kebanyakan terkait dengan hak, PHK, pelanggaran jam kerja dan gaji yang tidak sesuai UMR,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke dinas terkait, yaitu Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Makassar. Namun hingga saat ini, Disnaker terkesan cuek dengan nasib buruh.

“Kami sudah melaporkan ke Disnaker, soal buruh. Ada yang soal gaji yang tidak sesuai UMR, jam kerja yang tidak manusiawi. Namun yang ditindaki oleh Disnaker hanya yang soal jam kerja, selebihnya terkesan diabaikan,” imbuhnya.

Padahal menurutnya, sesuai dengan pasal 185 ayat (1) UU tenaga kerja, pemilik usaha yang membayar gaji karyawan dibawah UMR, bisa dihukum 4 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 400 juta.

“Sebenarnya sejak tahun 2013 kami sudah mengkritisi badan pengawasan ketenagakerjaan. Kritik ini kami layangkan karena buruh dampingan kami yang tidak mendapat upah sesuai UMR tidak diperhatikan oleh Disnaker. Padahal badan pengawasan Disnaker juga memiliki fungsi penyidikan dan penyelidikan sesuai KUHP. Namun banyak pelanggaran upah buruh, yang pengusahanya sama sekali tidak dituntut,” tutupnya.